Sense of Crisis di Tengah Pandemi, Hasto Ultah ke-54 Tanpa Tiup Lilin

Sense of Crisis di Tengah Pandemi, Hasto Ultah ke-54 Tanpa Tiup Lilin

Selasa, 7 Juli 2020 | 08:47 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Mencatat sejarah sebagai sekretaris jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang pertama kali dua periode berturut-turut, tak membuat Hasto Kristiyanto bergelimang pesta di hari ulang tahunnya ke-54, yang jatuh pada hari ini. Hasto mengaku dirinya merasa tak pantas meniup lilin perayaan ulang tahun di tengah kondisi masyarakat Indonesia menghadapi pandemi corona.

Hasto mengatakan tidak ada yang spesial dengan ulang tahunnya hari ini. Dirinya bekerja seperti biasa. Apalagi, seperti diakui pria asal Yogyakarta ini, dia memang tak punya tradisi merayakan ulang tahun dengan pesta.

"Lagipula bagi saya, situasi sekarang tidak pas memadamkan api lilin ulang tahun. Lebih baik diganti dengan menyalakan api perjuangan. Jadi tidak pas motong-motong tumpeng," kata Hasto saat ditanyai, Selasa (7/7/2020).

Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966. Ayahnya bernama Krido Hardjodisastro dan ibunya Yohana Sutarmi. Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah pertama di sekolah di kawasan Gentan, dekat Jalan Kaliurang Yogyakarta, Hasto bersekolah di SMA Kolese de Britto Yogyakarta.

Diterima di Fakultas Teknik Kimia, Universitas Gadjah Mada (UGM), Hasto berkegiatan di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Di situlah dia memiliki pengalaman fisik maupun spiritual untuk semakin dekat dengan Bung Karno dan ide-idenya. Walau semua itu dilakukan di tengah ketatnya sensor ala rezim Orba Soeharto.

Setelah beberapa tahun menjadi profesional di bidang industri di PT Rekayasa Industri, Hasto lalu bergabung ke PDIP. Torehan prestasi dan jabatan politik didudukinya. Dari menjadi anggota DPR, hingga diangkat sebagai pelaksana tugas Sekjen di Pemilu 2014. Lalu Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum, mengangkatnya secara definitif di kongres partai tahun 2015.

Dipimpin Megawati dengan Hasto sebagai orang kedua di partai, PDIP berhasil dua kali memenangkan pemilu legislatif, sekaligus dua kali menjadikan Joko Widodo sebagai presiden. Dirinya tetap memilih mengabdi di partai dan diangkat Megawati di posisi yang sama untuk periode kedua pada 2019.

Prestasi dan pengalaman hidupnya tak membuat Hasto menjadi sosok 'tak biasa'. Dirinya tetap sama seperti manusia Indonesia lainnya yang patuh dengan protokol kesehatan Covid-19.

Jika biasanya Hasto rajin berkunjung ke daerah, baik untuk sekadar konsolidasi atau kampanye pilkada, kali ini Hasto harus tetap di kantor pusat di Jakarta.

"Di tengah pandemi Covid-19 ini, saya sekarang kerap berolahraga untuk menjaga tubuh. Minum jamu dan menyempatkan diri berolahraga di sela-sela aktivitas partai di kantor pusat," ujarnya.

Satu aktivitas yang membuatnya keluar dari Jakarta adalah ketika menyempatkan diri naik gunung dan mengenal alam serta tanam-tanaman. Saat peringatan hari lahir Bung Karno 6 Juni lalu, dirinya memilih menyepi dan melakukan kontemplasi di puncak Gunung Sang Hyang, Bali.

Menurut Hasto ada alasan filosofis dibaliknya. Dikatakan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengajarkan bahwa berpolitik itu mengalirkan nafas dedikasi, sehingga harus diperkuat dengan tradisi kontemplasi. Hal itu sejalan dengan tradisi hening Bung Karno yang mengalami pemenjaraan oleh kolonial di berbagai kota tempat pembuangan.

Disebutkan dengan kontemplasi, alam pikir menjadi jernih dan penuh totalitas bagi kemerdekaan Indonesia. Situasi terbangun sehingga yang melakukannya akan memiliki satu kata dengan perbuatan.

"Ide, pemikiran dan gagasan Bung Karno untuk Indonesia masih relevan untuk dikerjakan saat ini hingga seterusnya," ujarnya.

Di kalangan wartawan, Hasto juga dikenal sebagai sosok politikus yang hangat dan tak suka 'bergaya pejabat'. Bersama wartawan, Hasto pernah tak mandi selama 2 hari 1 malam karena melaksanakan perjalanan darat menggunakan mobil dan bus dari Jakarta hingga Jawa Timur. Hal itu terjadi saat kampanye Pilpres 2020 lalu, dimana sepanjang jalur itu, sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto mengkonsolidasikan kekuatan pendukung dan wartawan meliputnya.

Hasto juga dikenal sebagai sekjen partai besar yang tak segan makan, lalu masuk ke dapur, dan ikut memasak di warung-warung kecil milik rakyat. Setelahnya, mempromosikannya di media massa.

Sekjen DPN PKPI, Verry Surya Hendrawan, yang bekerja intensif bersama Hasto di TKN selama kurang lebih setahun, mengaku hapal benar irama kerja kerasnya. Mas Hasto, begitu Verry menyapanya, bisa bekerja intens 7x24 jam seminggu dan nyaris tanpa jeda.

"Dengan berbagai permasalahan yang kompleks, serta tuntutan pengambilan keputusan yang cepat, Memberikan banyak sekali pengalaman berharga yang memperkuat insting dalam berorganisasi. Dan mas Hasto tampil sebagai senior yang selalu bersedia membimbing saya, selaku juniornya," kata Verry.

"Selamat ulang tahun mas Hasto. Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami. Merdeka," pungkas Verry yang saat itu merupakan Wakil Sekretaris TKN.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dikabarkan Bermasalah, Menteri KKP Beri Izin 26 Eksportir Lobster

Kalau ada hubungan dengan Menteri KKP, apakah salah jika mendapatkan izin ekspor lobster.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Pemandu Wisata di Papua Barat Belajar Beternak Secara Daring

Memanfaatkan lahan sempit pekarangan rumah untuk beternak ikan

NASIONAL | 7 Juli 2020

Asuransi Jiwasraya Pernah Punya Deposito dan Aset Rp 5 T

Pada 2018, PT Asuransi Jiwasraya Tbk sebenarnya memiliki deposito Rp725 miliar dan obligasi sebesar Rp4,5 triliun.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Usai 18 Tahun Penjara, Ety Toyyib Harus Menginap 2 Pekan di Wisma Atlet

Etty dan semua pekerja migran yang baru datang wajib menjalani rapid test dan karantina dua pekan.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kabar Bocornya Soal UTBK, Ketua LTMPT: Itu Ngarang Saja

Itu setiap tahun terjadi dan Insyaallah tidak akan ada.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Lokasi Ujian di Zona Merah, Peserta UTBK Direlokasi ke Tahap Dua

Ada dua tempat tes UTBK di Tangerang Selatan yang tidak mendapatkan izin dari Satgas karena berada di zona merah.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Positif Rapid Test, Peserta UTBK Diminta Ikut Tahap Dua

Meski begitu, Kemdikbud memastikan para peserta tetap mendapatkan haknya dengan mengikuti UTBK-SBMPTN tahap dua.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Kemdikbud Adakan Kemah Karakter Virtual

Sekjen Kemdikbud, Ainun Na'im mengatakan, kegiatan KKV sebagai upaya agar para siswa tetap aktif mengembangkan diri menjadi generasi yang lebih baik.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Tak Ditandatangani Presiden Jokowi, UU KPK Tetap Sah

KPK tidak perlu ragu untuk menjalankan tugasnya meski UU tentang KPK belum ditandatangani Presiden Jokowi.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Kemdagri: Juknis PPDB DKI Akan Disesuaikan dengan Regulasi Kemdikbud

Juknis PPDB DKI sebagaimana tertuang dalam SK Kepala Dinas Pendidikan DKI Nomor 670 Tahun 2020, masih menyebutkan kuota jalur zonasi sebesar 40 persen.

NASIONAL | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS