Apresiasi Mabes Polri, IPW Minta Persengkongkolan Jahat Lindungi Djoko Tjandra Tetap Diusut
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-0.17)   |   COMPOSITE 5126.33 (-0.48)   |   DBX 964.304 (2.12)   |   I-GRADE 140.573 (0.13)   |   IDX30 429.149 (0.46)   |   IDX80 113.629 (0.19)   |   IDXBUMN20 294.159 (0.12)   |   IDXG30 119.586 (-0.02)   |   IDXHIDIV20 382.889 (0.21)   |   IDXQ30 125.935 (-0.19)   |   IDXSMC-COM 219.954 (0.48)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-0.36)   |   IDXV30 106.718 (0.26)   |   INFOBANK15 842.264 (-0.64)   |   Investor33 375.573 (0.11)   |   ISSI 150.643 (0.48)   |   JII 545.954 (2.75)   |   JII70 186.804 (0.86)   |   KOMPAS100 1025.81 (-0.05)   |   LQ45 790.454 (0.49)   |   MBX 1419.3 (-0.61)   |   MNC36 282.56 (-0.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-0.09)   |   SMInfra18 242.071 (0.05)   |   SRI-KEHATI 317.648 (0.34)   |  

Apresiasi Mabes Polri, IPW Minta Persengkongkolan Jahat Lindungi Djoko Tjandra Tetap Diusut

Kamis, 16 Juli 2020 | 20:34 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada Mabes Polri yang telah mencopot Brigjen Prasetijo Utomo. Namun pihaknya meminta dugaan suap di balik persekongkolan jahat melindungi buronan kakap Djoko Tjandra tetap harus diusut tuntas.

"Begitu juga Brigjen Nugroho Wibowo yang telah menghapus red notice Djoko Tjandra harus dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris NCB Interpol Indonesia," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane kepada Beritasatu.com, Kamis (16/7/2020) malam.

Disebutkan dari penelusuran IPW "dosa" Brigjen Nugroho Wibowo lebih berat dibandingkan "dosa" Brigjen Prasetijo. Sebab melalui surat No: B/186/V/2020/NCB.Div.HI tertanggal 5 Mei 2020, Brigjen Nugroho mengeluarkan surat penyampaian penghapusan Interpol Red Notice Djoko Tjandra kepada Dirjen Imigrasi.

Tragisnya, salah satu dasar pencabutan red notice itu adalah adanya surat Anna Boentaran pada 16 April 2020 kepada NCB Interpol Indonesia yang meminta pencabutan red notice atas nama Djoko Tjandra. Surat itu dikirim Anna Boentaran 12 hari setelah Brigjen Nugroho duduk sebagai Sekretaris NCB Interpol Indonesia. Begitu mudahnya, Brigjen Nugroho menghapus red notice terhadap buronan kakap yang belasan tahun diburu itu.

Melihat fakta ini, IPW meyakini ada persekongkolan jahat dari sejumlah oknum pejabat untuk melindungi Djoko Tjandra. Jika Mabes Polri mengatakan pemberian surat jalan pada Djoko Tjandra itu adalah inisiatif individu Brigjen Prasetijo, IPW sangat meragukannya.Sebab dua institusi besar di Polri terlibat "memberikan karpet merah" pada sang buronan, yakni Bareskrim dan Interpol. Kedua lembaga itu nyata-nyata melindungi Joko Tjandra.

Neta mempertanyakan apa mungkin ada gerakan gerakan individu dari masing masing jenderal yang berinsiatif melindungi Djoko Tjandra.

"Jika hal itu benar terjadi, betapa kacaunya institusi Polri. Apa mungkin kedua Brigjen itu begitu bodoh berinisiatif pribadi memberikan karpet merah pada Djoko Tjandra. Kenapa Brigjen Nugroho yang baru duduk sebagai Sekretaris NCB Interpol begitu lancang menghapus red notice Djoko Tjandra. Apakah dia begitu digdaya bekerja atas inisiatif sendiri seperti Brigjen Prasetijo. Lalu, kenapa juga Dirjen Imigrasi tidak bersuara ketika Brigjen Nugroho melaporkan bahwa red notice Djoko Tjandra sudah dihapus," papar Neta.

Menurut Neta aksi diam para pejabat tinggi ini tentu menjadi misteri. Semua ini hanya bisa dibuka jika Presiden Jokowi turun tangan untuk membersihkan Polri, dengan cara membentuk Tim Pencari Fakta Djoko Tjandra.

"Tanpa itu semua, kasus Djoko Tjandra akan tertutup gelap karena tidak mungkin jeruk makan jeruk," ujar Neta.

Dikemukakan akibat ulah para jenderal itu, kasus Djoko Tjandra menjadi catatan hitam bagi Polri. Lembaga kepolisian yang seharusnya wajib menangkap buronan, malah melindungi sang buronan kakap, bahkan memberinya karpet merah.

Bagaimana pun sebagai pimpinan, Kapolri Idham Azis dan Kabareskrim Listyo Sigit harus bertanggungjawab terhadap kekacauan ini.

"Jika Mabes Polri mengatakan kasus ini adalah inisiatif jenderal pelaku, bisa disimpulkan betapa tidak berwibawanya Kapolri dan Kabareskrim sehingga jenderalnya bisa bertindak ngawur seperti itu," ujar Neta.

Ditambahkan institusi Polri harus diselamatkan dari ulah para jenderal yang bermental bobrok. Setelah Brigjen Prasetyo, kini Brigjen Nugroho Wibowo juga harus segera dicopot dari jabatannya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vonis Wawan Tidak TPPU, KPK Hormati Putusan Hakim

KPK menghormati putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap Tubagus Chaeri Wardana yang dinyatakan tidak terbukti melakukan TPPU.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Jumlah Korban Jiwa Banjir Luwu Utara Jadi 30 Orang

Hingga Kamis (16/7/2020), sebanyak 30 jiwa menjadi korban banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Memberantas Korupsi di Indonesia Merupakan Perjuangan yang Panjang

Birokrasi digoda oleh swasta, swasta menggoda birokrasi, atau birokrasi minta digoda swasta.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Ahli Pembangun Integritas di Indonesia Masih Minim

Ahli pembangun integritas memiliki peran penting dalam upaya pencegahan korupsi di sektor swasta.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Dihukum 4 Tahun Penjara, Wawan Tidak Terbukti Cuci Uang

Majelis Hakim menyatakan Wawan tidak terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada periode 2005-2012.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Panglima TNI Lantik 208 Perwira Prajurit Karier

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melantik dan mengambil sumpah 208 Perwira Prajurit Karier TNI Tahun 2020.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Anggota DPR Soroti Temuan BPK di Tiga Kementerian

Kempupera, Kemhub dan Kemdes PDTT diminta untuk segera menindaklanjuti temuan BPK.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Fokusptn Ajak Peserta Berlatih Sekaligus Berdonasi ke Panti Asuhan

Pada gelaran tryout yang terakhir SBMPTN.id melalui laman fokusptn.com diberikan juga kesempatan uji kemampuan secara gratis terhadap 10.000 peserta.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Alexander Marwata Tak Persoalkan Tim Pemburu Koruptor

Alex meyakini kerja tim pemburu koruptor tidak akan tumpang tindih dengan KPK.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Menhub: Tiongkok Komitmen Jalankan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Menhub mengatakan Indonesia menghargai komitmen dari Tiongkok tersebut dalam proyek kolaborasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

NASIONAL | 16 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS