Ini 4 Faktor yang Buat Daya Saing Indonesia Merosot
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Ini 4 Faktor yang Buat Daya Saing Indonesia Merosot

Jumat, 17 Juli 2020 | 09:47 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Berdasarkan penilaian International Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Yearbook (WCY) 2020 terdapat 4 faktor utama yang membuat daya saing Indonesia merosot. Keempat faktor utama tersebut yakni kinerja perekonomian, efisiensi pemerintahan, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.

Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI), Toto Pranoto, mengatakan Indonesia mengalami penurunan peringkat pada keempat komponen utama tersebut.

"Peringkat kinerja perekonomian Indonesia di tahun 2020 berada pada posisi 26, sedikit menurun dibandingkan tahun 2019 di posisi 25," kata Toto saat konferensi press daring, Kamis (16/7/2020).

Peringkat efisiensi pemerintahan juga mengalami penurunan dari 25 pada 2019 menjadi 31 pada 2020. Peringkat infrastruktur Indonesia juga beranjak dari posisi 53 di tahun 2019 menjadi posisi 55 pada 2020. Di sisi lain, komponen yang mengalami penurunan paling drastis adalah efisiensi bisnis yang menurun dari peringkat 20 di tahun 2019 menjadi 31 pada 2020.

Sementara itu, Koordinator Riset IMD WCY Willem Makaliwe, menjelaskan aspek yang menjadi kekuatan pada komponen kinerja perekonomian yakni pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), kestabilan harga bahan bakar, dan pertumbuhan investasi.

Pada komponen efisiensi pemerintahan, aspek yang menjadi faktor kekuatan meliputi penerimaan pajak, peningkatan jaminan sosial.

"Pada komponen efisiensi bisnis, faktor yang menjadi kekuatan adalah pada biaya upah pegawai/karyawan yang cukup kompetitif, remunerasi profesional, serta akses pada layanan keuangan," ujar Willem.

Dan penilaian komponen infrastruktur faktor yang menjadi kekuatan adalah di komponen biaya telekomunikasi seluler dan rasio pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Diketahui, berdasarkan penilaian International Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Ranking 2020, peringkat daya saing Indonesia turun ke posisi 40 dari 63 negara.

"Hasil penilaian peringkat daya saing menempatkan Indonesia pada posisi ke 40 dari total 63 negara yang dipilih menurut hasil World Competitiveness Yearbook (WCY) 2020," kata Group Head of Research Division LM FEB UI Bayuadi Wibowo.

Posisi peringkat Indonesia di 2020 tersebut sedikit mengalami penurunan dari posisi sebelumnya tahun 2019 yaitu di peringkat 32. Walaupun secara total peringkat Indonesia mengalami penurunan, tetapi berkaca pada peringkat di negara Asia Pasifik.

“Indonesia tetap berada pada posisi 11 dari 14 negara, di atas India dan Filipina," pungkas Bayuadi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Dirjen Dikti: ASN Dikti Harus Pelopori Antikorupsi Pendidikan

ASN yang bekerja di dunia pendidikan harus memberi contoh yang baik pada peserta didik.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Rektor UMJ: Waspadai Gerakan Ubah Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19

Indonesia sudah memiliki pengalaman dalam mencegah dan menindak terkait ideologi khilafah ini.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Siswa Tidak Naik Kelas, Kemdikbud: Sekolah Tidak Pahami Pedoman Belajar dari Rumah

Plt Irjen Kemdikbud mengatakan, seharusnya sekolah dan guru menaati Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Terkendala Belajar Online, Siswa SMA di Nganjuk Tidak Naik Kelas

Siswa tersebut tidak bisa mengikuti ujian penilaian akhir tahun (PAT) karena laptopnya rusak.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Kinerja Intelijen Kejaksaan Harus Dievaluasi

Menurut Ridlwan Habib, dari rentetan kasus Djoko Tjandra, sepanjang yang diketahuinya lebih kepada kelemahan mekanisme kejaksaan yang berjalan.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Dua Penyerang Novel Dinyatakan Tidak Terbukti Berniat Sebabkan Luka Berat

PN Jakpus menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Rahmat Kadir Mahulette dan 1,5 tahun penjara kepada Ronny Bugis.

NASIONAL | 16 Juli 2020

BPBD DIY Siapkan Skema Mitigasi Merapi

Tim Respons Cepat (TRC) BPBD DI Yogyakarta telah mempersiapkan rencana kontigensi terkait evakuasi warga, bersamaan dengan kesiap-siagaan pada pandemi Covid-19.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Selama Pandemi, KKP Beri Bantuan 119,7 Juta Benih Ikan

KKP selama pandemi Covid-19 ini telah menyalurkan sebanyak 119,7 juta ekor benih ikan kepada 848 penerima di 23 provinsi.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Naumi Ingin Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Prioritas

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak terus melakukan kerja-kerja preventif dan edukatif agar masyarakat dapat peduli dengan perlindungan perempuan dan anak.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Kuasa Hukum: Terdakwa Jiwasraya Tak Terafiliasi dengan Manajer Investasi

Meski para saksi meyakini adanya afiliasi, namun kuasa hukum terdakwa tak bisa menerima keyakinan tersebut.

NASIONAL | 16 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS