KPK Bakal Hadiri Gelar Perkara Dugaan Suap Red Notice Djoko Tjandra di Bareskrim
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

KPK Bakal Hadiri Gelar Perkara Dugaan Suap Red Notice Djoko Tjandra di Bareskrim

Minggu, 9 Agustus 2020 | 19:25 WIB
Oleh : Fana Suparman / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik pernyataan Kabareksrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo yang bakal mengundang lembaga antikorupsi dalam gelar perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice terpidana perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra. KPK memastikan bakal hadir dalam gelar perkara tersebut jika diundang Bareskrim.

"KPK tentu akan hadir jika nanti ada undangan untuk kegiatan (gelar perkara) dimaksud," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2020).

Ali menyatakan, KPK berkomitmen berkoordinasi dan bersinergi dengan Polri maupun Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas skandal Djoko Tjandra. Namun, Ali mengaku akan memeriksa kembali apakah surat undangan gelar perkara dari Bareskrim Polri sudah diterima KPK atau belum.

"Surat undangan nanti kami cek dulu apakah sudah diterima atau belum," katanya.

Diketahui, Bareskrim akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra. Bareskrim akan mengundang KPK untuk menghadiri gelar perkara tersebut. Tak tertutup kemungkinan dari gelar perkara tersebut, Polri akan menetapkan tersangka kasus dugaan suap atau gratifikasi terkait hapusnya red notice Djoko Tjandra.

Seperti diberitakan hilangnya nama Djoko Tjandra dari red notice Interpol Polri ternyata tidak terjadi semata karena by system sebagaimana yang telah dilansir Mabes Polri sebelumnya.

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim menemukan dugaan suap dan gratifikasi terkait hilangnya nama Djoko Tjandra dari daftar buron Interpol itu. Indikasi adanya duit pelicin ini didapatkan setelah penyidik meminta keterangan 15 orang saksi. Namun belum dirinci siapa saja saksi dan calon tersangka yang dibidik dalam kasus ini. Yang jelas aliran duit ini didapatkan penyidik setelah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dalam kasus hapusnya Djoko Tjandra dari red notice ini terdapat dua jenderal yang terkena getahnya dan akhirnya dicopot. Mereka adalah mantan Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Nugroho Slamet Wibowo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS