Menko PMK Serahkan 65.000 Kunci Rumah Tahan Gempa di NTB
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Menko PMK Serahkan 65.000 Kunci Rumah Tahan Gempa di NTB

Jumat, 28 Agustus 2020 | 16:39 WIB
Oleh : Dina Manafe / RSAT

Lombok Tengah, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyerahkan secara simbolis kunci rumah tahan gempa sebanyak 65.000 unit kepada warga Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdampak gempa bumi 2018 lalu. Penyerahan kunci rumah dilakukan di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, NTB, Jumat (28/8/2020).

Dalam kesempatan ini Menko PMK sekaligus menyosialisasikan gerakan pemakaian masker di ruang publik yang dihadiri warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparatur daerah.

Dalam sambutannya Menko PMK meminta masyarakat penerima bantuan untuk segera menghuni rumah bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Ia juga berpesan agar hunian tetap ini dirawat dan dimanfaatkan dengan baik

"Pemerintah sudah selesai bangun. Saya mohon segera dihuni dan dirawat karena bangunan bagus tidak menjamin bisa digunakan lama kalau tidak dirawat dengan baik. Masalah kita mudah bangun tapi sulit merawat," kata Menko PMK.

Menurut Muhadjir, hunian tetap yang dibangun pemerintah ini tahan gempa, sehingga diharapkan warga lebih aman dan nyaman apabila nanti kembali terjadi gempa.

"Mudah mudahan tidak terjadi gempa. Tapi kalau Allah mengijinkan (gempa terjadi), masyarakat jauh lebih aman dan nyaman dibanding yang terjadi sebelumnya," kata Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, masih ada sisa hunian yang belum selesai dibangun, dan masuk pembangunan tahap 2. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2020, pemerintah akan mempercepat pembangunannya.

Inpres yang ditandatangi Presiden Jokowi pada 19 Agustus 2020 memerintahkan Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Gubernur NTB, enam bupati dan wali kota di NTB untuk segera mempercepat penyelesaian perbaikan dan pembangunan rumah masyarakat pada wilayah terdampak bencana gempa bumi di Provinsi NTB. Percepatan pembangunan hunian tetap tahap 2 ini menggunakan dana siap pakai yang diselesaikan paling lambat Desember 2020.

Muhadjir mengatakan, dengan Inpres 7/2020 ini, Danrem, Kapolda, BNPB, gubernur dan bupati di NTB untuk segera bekerja untuk mempercepat pembangunan hunian yang tersisa. Muhadjir berharap dalam dua bulan ke depan, semua hunian warga ini sudah selesai dibangun.

"Saya mewakili Presiden Jokowi menyerahkan kunci kepada warga yang sudah dapat bantuan rumah yang sudah selesai dibangun. Yang belum selesai akan segera kita susulkan," kata Menko.

Ditemui terpisah, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ir Ahmadi mengatakan, total target huntap yang akan dibangun sebanyak 226.204 unit. Namun baru terealisasi 89,71% atau 202.917 unit. Hunian ini terdiri dari 74.707 rusak berat, 36.312 rusak sedang, dan rusak ringan sebanyak 115.185.

Ahmadi mengatakan, masih ada hunian yang belum selesai dibangun karena terkendala anggaran yang terlambat turun dari pusat. Ini disebabkan adanya recofusing anggaran pemerintah pusat akibat pandemi Covid-19. Pembangunan hunian tetap ini menggunakan dana siap pakai BNPB sebesar Rp5,7 ttiliun.

Ahmadi juga mengatakan, penerima bantuan huntap ini sesuai kriteria kerusakan rumah. Untuk rekonstruksi rumah yang rusak berat mendapatkan bantuan senilai Rp 50 juta per rumah dengan standar minimalis 6x6. Hunian tetap untuk warga NTB ini didesain untuk tahan gempa dengan karakteristik, seperti memiliki struktur pondasi kuat dan menggunakan beton bertulang. Proses pengerjaan rumah ini melalui mekanisme kelompok masyarakat (pokmas) yang dibantu tenaga fasilitator.

Pada kesempatan ini, Menko PMK yang didampingi Gubernur NTB, dan pejabat eselon 1 Kemko PMK juga menyerahkan sejumlah bantuan yang berasal dari kementerian/lembaga. Di antaranya, bantuan 1 juta masker kain dari BNPB, 4.000 masker revolusi mental, 120.000 masker dan makanan tambahan bagi balita dari Kemkes, Rp 50 juta untuk TPQ Al Munawar, Desa Teratak dari Kementerian Agama, serta bantuan Rp 60 juta untuk Ponpes Darussalimin, Desa Mantang, dan bantuan lainnya.

Proses rehabilitasi dan rekonstruksi Lombok dan daerah sekitar dilakukan pascagempa NTB dengan magnitudo 7,0. Gempa yang terjadi pada 5 Agustus 2018 lalu ini mengakibatkan ratusan ribu lebih rumah rusak. Total korban jiwa meninggal mencapai 564 jiwa dan luka-luka 1.886.

Menko PMK juga berkesempatan mengunjungi Kampung Sehat di Desa Mantang, Lombok Tengah, sekalian membagikan masker untuk warga.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

57 Balita di Banten Positif Terpapar Covid-19

57 Balita di Banten terpapar Covid-19 dari klaster keluarga.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Rumah Aspirasi Misbakhun Bagikan Ribuan Paket Sembako di Pasuruan dan Probolinggo

Wakil rakyat Daerah Pemilihan II Jawa Timur itu mengerahkan para volunternya membagikan 2.000 paket sembako kepada warga tak mampu dan anak yatim.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Kapasitas Isolasi dan Tes Cepat Jatim Tertinggi di Indonesia

Sampai hari ini, tes PCR yang dilakukan Jawa Timur sudah mencapai 206.368 tes dengan 53 lab PCR sert. Kapasitas testing hariannya sudah sampai 4.000-5.000 sampe

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Jadi Tersangka Kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Tidak Ditahan

Penyidik Dit Tipikor Bareskrim masih belum menahan jenderal polisi berbintang dua itu.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Vaksin Covid-19 Diproduksi, Jokowi Yakin Dunia Usaha Akan Pulih Kembali

Ia yakin, pada Januari 2021, suntik vaksin sudah bisa diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Denpasar Sinergikan Program untuk Dukung Aksi Nasional Pencegahan Korupsi

Dukungan ini merupakan bentuk implementasi komitmen dalam mewujudkan pemerintahan yang bebas korupsi.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Pengembang PLTP Inginkan Kesetaraan dengan Pembangkit Fosil

Terdapat tiga poin utama yang diharapkan pelaku usaha di sektor panas bumi, yakni soal perizinan, harga, dan perpajakan

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Mantan Polisi Terlibat Sindikat Narkoba Asal Belanda Dipecat karena Desersi Tahun 2016

Mantan polisi yang terlibat sindikat narkoba asal Belanda dipecat dari kepolisian pada 2016 karena desersi.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

WP KPK Harap Novel Lekas Sembuh dari Covid-19

"Kami berharap Bang Novel cepat sembuh dan bisa bergabung kembali dengan kami para pegawai KPK lainnya untuk tetap memberantas Korupsi," kata Ketua WP-KPK.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

36.000 Pekerja di Bengkulu Terima Subsidi Upah

Sebanyak 36.000 pekerja di Bengkulu tercatat sebagai penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah sebesar Rp 600.000/bulan.

NASIONAL | 28 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS