Syekh Ali Jaber Ditusuk, Politisi Partai Nasdemi Minta Pelaku Dihukum Berat
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Syekh Ali Jaber Ditusuk, Politisi Partai Nasdemi Minta Pelaku Dihukum Berat

Senin, 14 September 2020 | 19:02 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber diusut tuntas. Menurut Sahroni, pelaku penusukan sepatutnya dihukum berat.

Sahroni berharap Polri secara serius menangani kasus tersebut. “Harus ditindak sampai ke akar-akarnya dan polisi harus serius menangani hal demikian. Pelaku wajib dihukum berat,” tegas Sahroni, di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Sahroni juga mengusulkan agar pendakwah mendapat pengamanan khusus. Sahroni tidak menginginkan insiden yang menimpa Syekh Ali Jaber, membuat ketidaknyamanan para ulama di Tanah Air.

“Ini membuat ketidaknyamanan para tokoh ulama yang ada di Indonesia. Saya kira beri pengamanan khusus bagi mereka yang memberikan satu dakwah di mana pun berada,” tegas politikus Partai Nasdem tersebut.

Penusukan Syekh Ali Jaber menuai perhatian publik. Pelaku penusukan diduga mengalami gangguan jiwa. Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan meminta Polri mendalami terkait gangguan jiwa itu.

“Kepolisian itu tidak ahli tentang kejiwaan. Jadi yang ahli adalah yang ahli tentang jiwa. Kepolisian harus bertanya kepada ahli dan atau memeriksakan orang ini kepada yang ahli sehingga ada kesimpulan,” kata Hinca.

Menurut Hinca, jajaran Polri sepatutnya menunjukkan kinerja yang baik dalam mengungkap kasus penusukan tersebut. Dengan begitu, maka publik dapat menaruh kepercayaan atas proses penyelidikan yang sedang berjalan.

“Ketika publik tidak percaya kepada proses itu, maka polisi harus melakukan kerja-kerja yang bagus untuk menjawab keraguan itu. Minta pendapat yang ahli tentang itu (gangguan jiwa) bukan opini atau pendapat polisi sendiri,” tegas Hinca.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polri Kebut Kasus Surat Jalan dan Red Notice Djoko Tjandra

Berkas penyidikan surat jalan aspal dan hilangnya red notice Djoko Tjandra akan dikirimkan kembali ke jaksa pada pekan ini.

NASIONAL | 14 September 2020

Kemparekraf Minta Pelaku Industri Pariwisata Patuhi Protokol Kesehatan

Wishnutama akan terus mendorong penerapan protokol kesehatan sekaligus menyiapkan dan mendampingi para pelaku parekraf untuk bangkit pascapandemi.

NASIONAL | 14 September 2020

Minta Polisi Usut Tuntas, PSI Kutuk Insiden Penusukan Syekh Ali Jaber

PSI minta kepolisian bekerja secara objektif, serius, dan tuntas dalam mengungkap motif penusukan Syekh Ali Jaber, termasuk mengungkap dalangnya jika ada.

NASIONAL | 14 September 2020

Penusukan Syekh Ali Jaber, Mabes Polri Kirim Tim Periksa Kejiwaan Tersangka

Tersangka AA yang melakukan penusukan kepada Syekh Ali Jaber sudah resmi ditahan di Polresta Bandar Lampung.

NASIONAL | 14 September 2020

Polri Ajukan Anggaran Tambahan Rp 19,6 Triliun untuk Tahun 2021

Tambahan anggaran tersebut dipakai untuk anggaran belanja barang sebesar Rp 4,487 triliun, dan anggaran belanja modal sebesar Rp 15,180 triliun.

NASIONAL | 14 September 2020

Buka Sekolah Lapang, Megawati Harap BMKG Update Peta Rawan Bencana

Megawati mengingatkan pentingnya BMGK memberikan informasi prakiraan cuaca secara dini dan daerah rawan bencana yang dibutuhkan untuk mitigasi bencana.

NASIONAL | 14 September 2020

Kemdagri: 119 Daerah Belum Punya Perkada Protokol Kesehatan

Dari 119 daerah tersebut, ada 68 kabupaten/kota yang belum sama sekali menyusun Perkada tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

NASIONAL | 14 September 2020

Airlangga Tegaskan Pemerintah Tidak Pernah Hentikan PSBB

Pemerintah belum dan tidak pernah menghentikan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

NASIONAL | 14 September 2020

Jokowi Minta Tenaga Honorer Diberikan Bantuan

Saat ini, tenaga honorer yang masuk dalam kategori penerima Bantuan langsung Tunai (BLT) senilai Rp 2,4 juta ada sebanyak 2,1 juta pekerja.

NASIONAL | 14 September 2020

Airlangga Sebut Anggaran PEN Sudah Terserap 34,1 Persen

Airlangga menyebutkan, penyerapan anggaran PEN dari bulan ke bulan terus mengalami kenaikan

NASIONAL | 14 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS