Mengundurkan Diri, Febri Diansyah Pastikan Tak Akan Tinggalkan KPK
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Mengundurkan Diri, Febri Diansyah Pastikan Tak Akan Tinggalkan KPK

Kamis, 24 September 2020 | 19:54 WIB
Oleh : Fana F Suparman / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Jubir KPK, Febri Diansyah mengaku berat memutuskan mundur sebagai Kepala Biro dan pegawai KPK. Berat lantaran harus mundur dan meninggalkan koleganya yang masih berjuang di tengah kondisi sulit yang dihadapi KPK saat ini. Untuk itu, meski telah mengundurkan diri, Febri memastikan tidak akan pernah meninggalkan KPK.

"Saya perlu tegaskan bahwa kalaupun saya keluar dari KPK tapi saya tidak akan pernah meninggalkan KPK dalam artian yang sebenarnya," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Pernyataan tersebut dituangkan Febri dalam surat pengunduran dirinya yang disampaikan kepada Sekjen KPK, Kabiro SDM dan pimpinan KPK pada 18 September 2020.

Dalam surat pengunduran diri tersebut, Febri menyatakan menjadi pegawai KPK merupakan pilihan untuk dapat berkontribusi secara signifikan dalam upaya memberantas korupsi. Untuk itu, menjadi pegawai KPK bukan hanya soal status, tetapi arena perjuangan memberantas korupsi.

"Dan untuk berjuang itu agar lebih maksimal harus dilandasi dengan indepensi kelembagaan dan independensi dalam pelaksanaan tugas," katanya.

Namun, kondisi politik dan hukum bagi KPK telah berubah. Terutama setelah disahkannya revisi UU Nomor 30 tahun 2002 yang kemudian disahkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK pada 17 September 2019 lalu.

"Tapi kami tidak langsung meninggalkan KPK pada saat itu. Kami bertahan di dalam dan berupaya untuk bisa berbuat sesuatu agar tetap bisa berkontribusi untuk pemberantasan korupsi," katanya.

Febri yang merupakan mantan aktivis ICW memutuskan mundur setelah 11 bulan menjalani kondisi 'baru' KPK tersebut.

Menurutnya, kondisi saat ini tak memberikan ruang signifikan untuk berkontribusi memberantas korupsi.

"Rasanya ruang bagi saya untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi akan lebih signifikan kalau saya berada di luar KPK. Tetap memperjuangkan dan ikut advokasi pemberantasan korupsi. Karena itu saya menentukan pilihan ini. Meskipun tidak mudah, meskipun berat, saya ajukan pengunduran diri," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penerapan Jurnalisme Data Hadapi Sejumlah Tantangan

Banjir informasi pada era digital, khususnya terkait penyebaran informasi melalui media sosial, membuat tugas jurnalisme data lebih berat.

NASIONAL | 24 September 2020

Pakar UGM: Pandemi akan Berakhir Februari 2021

Penurunan laju penularan dapat dilakukan secara optimal dengan upaya pendisiplinan masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan, khususnya memakai masker.

NASIONAL | 24 September 2020

Nomor Urut Pilgub Bengkulu: Helmi-Muslihan Nomor 1, Rohidin-Rosjonsyah Nomor 2

Penarikan nomor urut peserta Pilgub Bengkulu dilakulan dalam rapat pleno KPU Provvinsi Bengkulu, betempat di salah satu hotel berbintang di Bengkulu.

NASIONAL | 24 September 2020

Laode Syarif Sesalkan Pengunduran Diri Febri Diansyah

Mantan pimpinan KPK Laode Syarif menyesalkan pengunduran diri Febri Diansyah dari KPK. Padahal, dia adalah aset penting untuk lembaga tersebut.

NASIONAL | 24 September 2020

Rawat OTG di Hotel, Pemprov Sumut Koordinasi dengan PHRI

Pemda Sumatera Utara masih harus berkoordinasi dengan PHRI terkait rencana perawatan pasien OTG Covid-19 di hotel.

NASIONAL | 24 September 2020

Jaksa Agung Diminta Melakukan Pengawasan Ketat terhadap Perilaku Jaksa

Komisi III DPR mendesak Jaksa Agung terus melakukan upaya penangkapan terhadap para buron terpidana yang berada di dalam dan luar negeri.

NASIONAL | 24 September 2020

Jaksa Agung Bantah Berkomunikasi dengan Djoko Tjandra

Jaksa Agung Burhanuddin membantah dirinya pernah berkomunikasi dengan Djoko S Tjandra. Ia juga tidak pernah menugaskan Jaksa Pinangki untuk mengurus kasusnya.

NASIONAL | 24 September 2020

Kunjungan Arus Kapal di Pelabuhan Kuala Tanjung Tumbuh 30 Persen

Kunjungan kapal di KTMT sampai dengan Agustus 2020 mencapai 169 call.

NASIONAL | 24 September 2020

Raker dengan Komisi III, Jaksa Agung Beberkan Perkara yang Jadi Perhatian Publik

Di hadapan anggota Komisi III DPR, Jaksa Agung ST Burhanuddin membeberkan perkembangan proses hukum yang menjadi perhatian publik.

NASIONAL | 24 September 2020

Banyuwangi Pacu Pengembangan Potensi UMKM di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 menyebabkan kondisi UMKM sangat terdampak.

NASIONAL | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS