Hukum Indonesia Harus Mampu Berikan Nilai Keadilan Substansial
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Wahyu Djatmiko

Hukum Indonesia Harus Mampu Berikan Nilai Keadilan Substansial

Sabtu, 26 September 2020 | 20:56 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Potret hukum di Indonesia masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Keadilan masih menjadi barang yang "mahal" bagi kelompok marginal.

Demikian dikemukakan Wahyu Prijo Djatmiko, yang dikenal sebagai pengacara yang fokus menangani hukum pidana, khususnya korupsi.

Pria yang akrab disapa Pak Doktor Wahyu ini menyebutkan masyarakat miskin kerap kali menjadi korban ketidakadilan dalam penegakan hukum.

“Ini yang kemudian mendorong dirinya menjadi seorang pengacara," ujar Wahyu Djatmiko kepada Beritasatu.com, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Wahyu, profesi pengacara baginya adalah sebuah jalan dari Yang Maha Kuasa untuk menebarkan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi umat manusia.

Selama bergelut di dunia pengacara, Wahyu telah banyak membantu masyarakat secara pro bono pada kasus-kasus hukum yang menjadi perhatian publik, pada masyarakat kecil yang terhalangi oleh ekonomi dalam mencari keadilan.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik yang sedang ditanganinya, yakni kasus penipuan jual beli masker online, dan pelajar di Malang yang membunuh begal demi pacarnya.

Meski harus menguras tenaga dan pikiran dalam menangani dua kasus ini, dia tidak memungut sepeserpun uang dalam membela korban penipuan tersebut.

Wahyu juga dengan lantangnya menyuarakan keadilan dengan menjadi saksi ahli dalam kasus begal di Malang yang menghebohkan netizen.

Bahkan dia tak masalah meskipun dicibir banyak orang, asalkan apa yang diutarakannya tidak bertentangan dengan aturan dan nilai moral yang berlaku di masyarakat.

Wahyu berharap ke depan hukum di Indonesia mampu memberikan nilai-nilai keadilan substansial (substantive justice).

“Sayangnya, keadilan merupakan barang mahal yang jauh dari jangkauan para pencari keadilan, terutama bagi mereka yang berasal dari kelompok marginal,” ujar pria asal Jawa Timur yang telah berhasil mengukir kesuksesan berskala nasional maupun internasional ini.

Ditegaskan pengacara Indonesia selayaknya berani mengajak aparat penegak hukum (APH) yang lain untuk berhukum progresif.

Berhukum dengan berani membebaskan diri agar tidak terpaku pada hitam putih peraturan (text reading), melainkan memahami ukuran moralitas yang sedang menyelimuti masyarakat (moral reading), guna memberikan rasa keadilan bagi para pencarinya.

Inilah prinsip yang dipegangnya ketika memberikan pendampingan hukum bagi seseorang yang sedang mencari keadilan. Atas dasar itu, tidak heran pemikiran Wahyu tentang hukum banyak diadopsi orang lain.

Atas kepiawaian itu, Wahyu dipercaya oleh Prof Dr Suteki untuk menjadi penasehat hukum dalam kasus nasional yang menyeret namanya dan Rektor Undip pada tahun 2019.

Tertarik Ilmu Hukum
Wahyu menjelaskan profesi pengacara yag digelutinya sudah berjalan lebih dari 10 tahun.

Sebelumnya, dia penah menjadi pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) program studi Magister Manajemen Universitas Airlangga.

Selain itu, juga pernah mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis program studi Magister Manajemen dan Keuangan Universitas Hasanuddin.

Dalam perjalan hidupnya, pada tahun 2008 ia mulai tertarik dengan ilmu hukum, dan masuk kuliah S1 ilmu hukum di Universitas Darul ‘Ulum Jombang, Jawa Timur.

Tidak hanya berhenti di situ, Wahyu terus melanjutkan pendidikannya dengan mengambil S2 hukum bisnis di Universitas Merdeka Malang.

Tahun 2019, ia berhasil menyabet gelar S3 Hukum Pidana dengan cum laude dari Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Pasca lulus dari Undip, namanya mulai dikenal di kalangan pakar-pakar hukum nasional. Pada 2019, ia mendaftar calon Hakim Konstitusi.

Wahyu juga terpilih sebagai salah satu dari 24 peserta seleksi Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2019 yang berhasil lolos tahap assessment test.

Wahyu juga dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai ilmu pengetahuan.

Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan dibuktikan dengan aktif menjadi penulis di kolom opini media cetak seperti Kompas, Media Indonesia dan Suara Pembaruan, serta menulis buku dan jurnal-jurnal ilmiah.

Kini namanya tercatat sebagai author di Google Scholar dan Semantic Scholar dengan berbagai karya tulisan yang telah dikutip oleh banyak ilmuwan.

Di samping itu, Wahyu juga aktif menjadi pembicara dalam forum-forum diskusi ilmiah dengan skala nasional maupun internasional.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Buntut Konser Dangdut, Kapolsek Tegal Selatan Dicopot

Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno buntut konser dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo di Lapangan Tegal Selatan, Rabu (23/9/2020).

NASIONAL | 26 September 2020

Kemdagri: Pencairan Dana Pilkada dari APBD Belum 100 Persen

Hingga tanggal 25 September 2020, pukul 16.00 WIB, pencairan dana Pilkada Seretank 2020 yang bersumber dari APBD belum mencapai 100 persen.

NASIONAL | 26 September 2020

Bareskrim Musnahkan 10 Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar

Bareskrim Polri memusnahkan 10 hektare ladang ganja di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (26/9/2020).

NASIONAL | 26 September 2020

TNI-Polri Buru KKB Intan Jaya

Tim gabungan TNI-Polri saat ini melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya.

NASIONAL | 26 September 2020

Kuota Tinggal 116.261, Pendaftar Kartu Prakerja Capai 30 Juta Orang

Pendaftar Kartu Prakerja mencapai 30.044.167 orang dari 116.261 kuota yang tersisa.

NASIONAL | 26 September 2020

BKIPM Dorong Kemudahan Ekspor Perikanan ke Jepang dari Manado

BKIPM berupaya menghadirkan terobosan agar produk-produk dalam negeri bisa menjangkau berbagai negara.

NASIONAL | 26 September 2020

Firli: KPK, Polri dan Kejaksaan Sinergi Memberantas Korupsi

Ketua KPK menegaskan pihaknya bersama Polri dan Kejaksaan akan selalu bersinergi untuk pemberantasan korupsi di Indonesia.

NASIONAL | 26 September 2020

KPK Nilai Wajar Puluhan Pegawai Mundur

KPK tak mempersoalkan dengan langkah puluhan pegawai yang memutuskan mengundurkan diri setelah berlakunya UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

NASIONAL | 26 September 2020

Tersisa 200.000 Kuota, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 10 Resmi Dibuka

Sejak membuka pendaftaran pada 11 April 2020, ada sekitar 5,4 juta pendaftar yang sudah ditetapkan sebagai peserta Kartu Prakerja.

NASIONAL | 26 September 2020

Dikritik Jadi Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro: Orde Baru Sudah Selesai

Menurut Busyro Muqoddas tak adil jika gugatan Bambang ke Sri Mulyani dikaitkan dengan statusnya sebagai putra Presiden ke-2 RI Soeharto.

NASIONAL | 26 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS