IPW Minta Polri Tindak Rumah Sakit yang “Mengcovidkan” Pasien
INDEX

BISNIS-27 503.122 (0)   |   COMPOSITE 5724.74 (0)   |   DBX 1066.46 (0)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 491.004 (0)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 976.214 (0)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 167.54 (0)   |   JII 607.336 (0)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1162.4 (0)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1587.29 (0)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 317.232 (0)   |   SMInfra18 287.626 (0)   |   SRI-KEHATI 361.444 (0)   |  

IPW Minta Polri Tindak Rumah Sakit yang “Mengcovidkan” Pasien

Sabtu, 3 Oktober 2020 | 14:52 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Bareskrim Polri segera membongkar mafia rumah sakit yang memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk meraih keuntungan, dengan cara "mengcovidkan" orang sakit, yang sesungguhnya tidak kena Covid-19.

“Bareskrim Polri harus segera bergerak mengusut dan memburu mafia rumah sakit tersebut. Padahal kasus yang mengcovidkan pasien tersebut sudah marak dan ramai bermunculan di berbagai media sosial,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Beritasatu.com, Sabtu (3/10/2020).

Neta menyebutkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ada rumah sakit yang mempermainkan data kematian pasien untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah. Dia meminta agar isu yang menimbulkan keresahan di masyarakat segera ditangani. Sebab sudah banyak terjadi, orang sakit biasa didefinisikan meninggal karena Covid-19, padahal sebenarnya, hasil tesnya negatif.

"Namun sayangnya hingga kini Bareskrim Polri belum ada tanda-tanda akan bergerak,” ujar Neta

Dari pendataan IPW, keuntungan yang diperoleh rumah sakit dalam mengcovidkan orang jumlahnya tidak sedikit. Sebab biaya perawatan pasien infeksi virus corona bisa mencapai Rp 290 juta. Jika satu rumah sakit saja mengcovidkan puluhan atau ratusan orang, bisa dihitung berapa banyak uang negara yang "dirampok".

Dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-275/MK 02/2020 tanggal 6 April 2020 yang memuat aturan serta besaran biaya perawatan pasien Covid-19, jika seorang pasien dirawat selama 14 hari, maka asumsinya pemerintah menanggung biaya sebesar Rp 105 juta sebagai biaya paling rendah. Sedangkan untuk pasien komplikasi, pemerintah setidaaknya harus menanggung biaya Rp 231 juta per orang.

“Angka yang tidak kecil ini membuat rumah sakit banyak melakukan hal tidak terpuji itu,” katanya.

Tak heran di medsos banyak beredar kabar viral ada masyarakat yang diminta menandatangani bahwa anggota keluarganya kena Covid-19 dan diberi sejumlah uang oleh pihak rumah sakit, padahal sesungguhnya terkena penyakit lain. Selain itu ada orang diperkirakan Covid-19 terus meninggal, padahal hasil tes belum keluar. Setelah hasilnya keluar, ternyata negatif.

IPW menilai kejahatan baru di dunia medis ini patut dicermati. Kejahatan yang melibatkan oknum-oknum rumah sakit ini adalah sebuah korupsi baru terhadap anggaran negara. Semua pelakunya harus diseret ke pengadilan Tipikor.

“Jika Bareskrim Polri tidak peduli dengan kasus ini, kejaksaan dan KPK harus segera turun tangan. Semua angka kematian Covid-19 harus dicermati. Agar jangan sampai musibah pandemi ini malah dimanfaatkan untuk menguntungkan para mafia rumah sakit yang ingin mencari keuntungan dari penderitaan masyarakat,” tegas Neta.

Neta menambahkan Bareskrim Polri, kejaksaan, dan KPK perlu bekerja cepat menangkap para mafia rumah sakit dan segera menyeretnya ke Pengadilan Tipikor



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ratusan Rumah di Cianjur Terendam Banjir

Banjir bandang terjadi di empat kecamatan, yakni Kecamatan Leles, Cijati, Sindangbarang dan Agrabinta, namun banjir terparah terjadi di Kecamatan Leles.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

4 Pasien Covid-19 di Bogor Meninggal Dunia

Total kasus positif sebanyak 1.306 orang, terdiri dari sembuh 897 orang, masih sakit 362 orang dan meninggal dunia sebanyak 47 orang.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

BNPT: Semua Elemen Bangsa Harus Cegah Radikalisme

Saat ini masih ada kalangan yang mempertentangkan antara Pancasila dengan agama.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

Tim Khusus Tangani Padamnya Api Abadi Mrapen

Api abadi Mrapen yang terletak di Desa Manggarmas Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan padam sejak 25 September 2020.

NASIONAL | 2 Oktober 2020

Moeldoko Bertemu Haedar Nashir Bahas Covid-19

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersilahturahmi ke Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir membahas berbagai hal terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

NASIONAL | 2 Oktober 2020

Inilah Tantangan Batik di Masa Pandemi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pengakuan dunia terhadap batik adalah berkah sekaligus tantangan untuk masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 2 Oktober 2020

Kendala Jaringan, Alasan Kampanye Daring Kurang Diminati

Calon kepala daerah lebih memilih kampanye tatap muka, karena alasan infrastruktur telekomunikasi di wilayahnya belum tersedia dengan baik.

NASIONAL | 2 Oktober 2020

Ini Berbagai Kejanggalan Kaburnya Cai Changpan

Penyidik kepolisian menemukan berbagai kejanggalan terkait kaburnya Cai Changpang dari Lapas Klas 1 Tangerang.

NASIONAL | 2 Oktober 2020

Nelayan Bengkulu Temukan Benda Keras Mirip Bom Perang Dunia II

Seorang nelayan tradisional Kelurahan Malabro, Kota Bengkulu, menemukan benda milik bom perang dunia kedua saat mencari ikan di perairan laut daerah ini.

NASIONAL | 2 Oktober 2020

KPK Tak Persoalkan Pegawai Mundur karena Kondisi Internal Berubah

KPK tak mempersoalkan alasan yang disampaikan pegawai untuk mengundurkan diri, termasuk jika alasannya lantaran kondisi internal KPK telah berubah.

NASIONAL | 2 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS