Survei Indikator: 55 Persen Warga Mengaku Kesulitan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Survei Indikator: 55 Persen Warga Mengaku Kesulitan Ekonomi

Minggu, 18 Oktober 2020 | 16:03 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 mengakibatkan berbagai permasalahan di masyarakat karena kondisi ekonomi menjadi tidak stabil dan penuh dengan ketidakpastian.

Untuk mengukur sejauh mana dampak pandemi Covid-19 kepada masyarakat, Indikator Politik Indonesia melakukan survei nasional Mitigasi Dampak Covid-19. Survei dilakukan untuk berbagai kelompok masyarakat, terutama yang berlatar pendidikan SD, SLTP, dan SLTA.

Survei Indikator menyebutkan, pandemi telah menekan ekonomi yang membuat masyarakat susah untuk makan. Responden Survei Nasional menyebutkan, ekonomi Indonesia mengalami kondisi terburuk dalam 24 tahun terakhir.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, dalam survei sebelumnya hanya 24,1 persen responden yang menilai ekonomi nasional dalam kondisi buruk.

Namun, setelah pandemi menerjang Indonesia, sebagian besar masyarakat menyebutkan ekonomi sedang sangat sulit. Perinciannya pada Mei 2020, Indikator mencatat sebanyak 81 persen responden menilai ekonomi sulit.

Selanjutnya pada Juli 2020 lalu sebanyak 69,2 persen respon menilai ekonomi sedang sulit, dan setelah beragam terobosan pemerintah, sebanyak 65,3 persen responden menilai bahwa ekonomi Indonesia masih dalam fase sangat sulit.

"Mayoritas responden masih menilai (pertumbuhan ekonomi) gelap gulita. Namun trennya lebih baik dari Mei 2020," kata Burhanuddin dalam Rilis Survei Nasional Mitigasi Dampak Covid-19, di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Indikator juga mencatat, kondisi ekonomi yang buruk tercermin dari semua lapisan masyarakat baik dikelompokkan berdasarkan usia, tingkat pendidikan hingga gender.

Sejalan dengan memburuknya ekonomi, survei ini juga mencatat ekonomi rumah tangga juga dirasakan sangat sulit. Responden penelitian indikator mencatat, akibat kondisi ini sebanyak 55 persen responden melaporkan mereka menjadi kesulitan makan.

Sebagian besar lainnya mengaku mengalami kesulitan membayar biaya sekolah (12,3 persen), kesulitan membeli kuota internet untuk sekolah (11,5), kesulitan mencicil rumah (2,9 persen), hingga kehilangan pekerjaan (11,9 persen).

Sedangkan jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan beban terbesar memburuknya ekonomi diderita masyarakat dengan pendidikan SLTP dan SD. Dua kelompok masyarakat ini menyebutkan ekonomi mereka semakin sulit lebih dari 70 persen. Perinciannya dengan latar pendidikan SD sebanyak 72,4 persen, dan SLTP sebanyak 76,2 persen.

Sedangkan masyarakat dengan latar pendidikan SLTA mengalami kesulitan ekonomi di rumah tangganya sebanyak 66,9 persen responden. Sedangkan dengan latar pendidikan kuliah ke atas hanya 38 persen yang menyebutkan perlambatan pendapatan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kepala Daerah di Sumut Diminta Siapkan Mitigasi Bencana

Pemerintah daerah diminta berkoordinasi jika membutuhkan bantuan bencana.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Ketaatan Protokol Covid-19 Warga Jambi Turun 27%

Penurunan ketaatan tersebut tercermin dari semakin enggannya warga Jambi menggunakan masker ketika ke luar rumah, tidak sering mencuci tangan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Tutup Paksa Capital Building di Medan

Penutupan secara paksa ini dilakukan karena dua tempat hiburan malam di gedung itu melanggar protokol kesehatan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Anak Amien Rais Kecelakaan di Tol Cipali, Ketua Umum PAN Minta Semua Pihak Mendoakan Hanafi Rais

“Luka berat atas nama Ahmad Rais. Untuk supirnya atas nama Ferdian mengalami luka ringan,” ujar Karyana.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Sekjen PDIP: Konsolidasi dan Kaderisasi Penting di Tengah Pertarungan Ideologis

PDIP harus solid menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini. Ajaran ideologi Pancasila harus terus disampaikan dan menjadi arah untuk melangkah ke depan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Program Kartu Prakerja di Bengkulu Diikuti 71.243 Peserta

Program kartu prakerja di Bengkulu hingga gelombang 9 telah diikuti sebanyak 71.243 orang peserta. Mereka terdaftar dan telah menerima uang insentif.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Anak Amien Rais Kecelakaan di Tol Cipali

Korban dalam perawatan di Purwakarta.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Dinkes Bengkulu Belum Dapat Petunjuk Vaksinasi Covid-19

Dinkes Bengkulu bersama Satgas Penanganan Covid-19, saat ini fokus menyosialisasikan program gerakan 3M kepada masyarakat.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Bobby Nasution Minta Warga Medan Tolak Dipecah Belah

Pilkada harus dijadikan ajang untuk menjalin dan meningkatkan tali silaturahmi.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Jambi Segera Panggil Koordinator Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Pemanggilan untuk mempermudah deteksi dan tracing (penelusuran) penularan Covid-19.

NASIONAL | 18 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS