Hasto Minta Insinyur, Politisi, dan Teknokrat Bersinergi Wujudkan Indonesia Berdikari di Bidang Teknologi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Hasto Minta Insinyur, Politisi, dan Teknokrat Bersinergi Wujudkan Indonesia Berdikari di Bidang Teknologi

Minggu, 18 Oktober 2020 | 18:26 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta para insinyur, politisi dan teknokrat Indonesia saling bersinergi untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari di bidang teknologi. Hal itu penting agar Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain seperti yang disuarakan oleh Proklamator RI Bung Karno.

Hasto mengingatkan Indonesia saat ini masih terbelakang dalam bidang industri dan inovasi teknologi akibat strategi pembangunan perekonomian pada masa lalu, terutama Orde Baru.

Hal ini disampaikan Hasto saat menjadi narasumber di Forum Indonesia Berdikari (FIB) melalui telekonferensi, Minggu (18/10/2020). Hadir sebagai narasumber lainnya, Ketua Umum Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (Ikabi) Tatang Hernas Soerawidjaja. Adapun pesertanya para insinyur Indonesia dan sejumlah kepala daerah.

"Penting untuk menggelorakan seluruh semangat juang kita sebagai bangsa yang besar, bangsa yang begitu kaya, tetapi di dalam capaian-capaian internasional, trennya mengalami penurunan. Ini harus ada proses recovery. Sebagai contoh dalam capaian teknologi 2015, kita ini peringkat ke 99 dari 167 negara, ini dari konteks strategy culture kita yang masih jauh. Industri pertahanan kita jauh tertinggal, apalagi industri proses yang lain. Dan dari Global Innovation Index Ranking, kita juga diurutan 85 dari 129 negara atau ketujuh di ASEAN," kata Hasto.

Menurut Hasto, politik industri harus mengacu pada Pancasila yang bercita-cita pada keadilan sosial. Bagaimana 1945, Indonesia sudah punya diksi keadilan sosial, padahal itu dalam teori ilmu tersebut baru populer pada sekitar 1970. Namun, keadilan sosial, demokrasi dan kemanusiaan itu sudah disuarakan oleh para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno.

"Di dalam Pancasila ini ada prinsip kesejahteraan, Bung Karno mengatakan Indonesia merdeka seharusnya tidak ada seorang pun mengalami kemiskinan. Karena itulah kemudian, Pancasila, dalam konteks berbangsa dan bernegara, diterjemahkan dalam tujuan bernegara," kata Hasto.

Alumnus Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada itu menambahkan, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan bangsa merupakan amanat konstitusi terhadap negara. Budaya Indonesia, lanjut dia, bukan saling mencaci maki satu sama yang lain, tetapi menghormati dan berpikir positif.

Hasto menceritakan ada satu model usaha yang dilakukan oleh pemulung. Cara produksinya cukup sederhana dan tidak menggunakan teknologi tinggi. Namun, hasil yang dilahirkan menambah nilai jual dengan signifikan. Hasto juga memaparkan bagaimana ketela bisa menjadi etanol, pengganti tepung gandum dengan glutenfree yang bagus untuk kesehatan.

Hasto menyadari banyak sumber daya alam dalam aspek bioekonomi yang belum tergarap dengan baik. Mulai dari tanaman dan lautan yang harus dikerjakan secara inovatif menggunakan teknologi dan riset. Hal itu tentu akan memberikan nilai tambah yang ujungnya memberikan kesejahteraan pada rakyat. Bung Karno, lanjut Hasto, juga punya pandangan tersebut agar bangsa memilih jalannya.

Di PDI Perjuangan, kata Hasto, pihaknya sudah merekomendasikan kepada pemerintah agar menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan politik. Harus ada penguasaan ilmu-ilmu dasar, supremasi riset dan inovasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. APBN khusus untuk riset harus ditingkatkan supaya terjadi perubahan secara revolusioner.

Sejak lima tahun lalu, kata Hasto, PDIP mengampanyekan parpol harus bersekutu dengan ilmu pengetahuan. Karena itu, PDIP memelopori pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional meskipun ada hambatan birokrasi. Namun, Hasto mengingatkan sekaligus mengajak kepada setiap pihak agar terus menyuarakan isu tersebut.

"Kami berharap bahwa gerakan untuk membangun Indonesia berdikari ini semakin kuat dan khususnya kami harapkan dari kalangan perguruan tinggi, politisi, semuanya bisa bersinergi. Pandemi ini momentum bagi kita untuk merombak seluruh hal hal yang menjadi kekeliruan di masa lalu terkait strategi perekonomian nasional kita," tegas Hasto.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (Ikabi) Tatang Hernas Soerawidjaja menilai pendayagunaan nilai ekonomi alam dan nabati Indonesia masih sangat rendah. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya nabati dan mineral yang sangat kaya dan tidak dimiliki negara-negara lain.

Menurut dia, Indonesia bisa menjadi negara yang sangat kaya apabila mengedepankan kekayaan alam berbasis bioekonomi.

"Implementasi bioekonomi sangat berpeluang melibatkan seluruh masyarakat, negara, mendukung ketahanan energi, menghindari eksploitasi berlebihan SDA, dan menjaga kelestarian lingkungan," kata Tatang.

Dosen senior di Institut Teknologi Bandung itu menjelaskan, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya nabati yang sangat kuat dibanding negara-negara lainnya. Dia menekankan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di wilayah tropika yang memiliki tanah subur, keanekaragaman hayati darat maupun laut.

Tatang lalu bercerita tantangan untuk memajukan sumber daya Indonesia dengan inovatif dan kreatif sudah didengungkan oleh Presiden Pertama Bung Karno saat menyampaikan pidato di ITB pada Maret 1965. Saat itu, lanjut dia, Proklamator RI itu menantang insinyur Indonesia untuk membuat baju dari batu.

"Sebetulnya sampai jadi, walaupun sesudah Bung Karno turun. Itu bikin dari batu gamping dengan karbon jadi karbit, dari karbit jadi asitilen lalu jadi polimer lalu kemudian jadi serat, serat dipilin jadi benang. Itu dari batu sebetulnya. Tinggal perekonomian waktu itu, tetapi sebetulnya bisa. Sama sekarang sebenarnya kita bisa membuat BBM hidrokarbon dari minyak sawit. Banyak kita bisa lakukan, cuma kita harus lebih inovatif," tegas dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pekan Depan, 29 Provinsi di Indonesia Berpotensi Hujan Lebat

BMKG memprakirakan sepekan ke depan, hujan intensitas ringan hingga lebat melanda 29 provinsi di Indonesia.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Pemprov Bengkulu Minta Masyarakat Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

Dampak La Nina akan menyebabkan curah hujan tinggi di sejumlah daerah, termasuk di Bengkulu.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Pemprov Sumut Prioritaskan Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Kesehatan

Vaksinasi juga diprioritaskan di kawasan yang paling banyak jumlah kasus penularan Covid-19.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Lawan Covid-19, Forkom Pokdarwis Kampanye 3M di Kampung Tematik

Gerakan kampanye 3M dilakukan sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Survei Indikator: 55 Persen Warga Mengaku Kesulitan Ekonomi

Indikator mencatat, kondisi ekonomi yang buruk tercermin dari semua lapisan masyarakat baik dikelompokkan berdasarkan usia, tingkat pendidikan hingga gender.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Kepala Daerah di Sumut Diminta Siapkan Mitigasi Bencana

Pemerintah daerah diminta berkoordinasi jika membutuhkan bantuan bencana.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Ketaatan Protokol Covid-19 Warga Jambi Turun 27%

Penurunan ketaatan tersebut tercermin dari semakin enggannya warga Jambi menggunakan masker ketika ke luar rumah, tidak sering mencuci tangan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Tutup Paksa Capital Building di Medan

Penutupan secara paksa ini dilakukan karena dua tempat hiburan malam di gedung itu melanggar protokol kesehatan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Anak Amien Rais Kecelakaan di Tol Cipali, Ketua Umum PAN Minta Semua Pihak Mendoakan Hanafi Rais

“Luka berat atas nama Ahmad Rais. Untuk supirnya atas nama Ferdian mengalami luka ringan,” ujar Karyana.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Sekjen PDIP: Konsolidasi dan Kaderisasi Penting di Tengah Pertarungan Ideologis

PDIP harus solid menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini. Ajaran ideologi Pancasila harus terus disampaikan dan menjadi arah untuk melangkah ke depan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS