IPW: Baku Hantam Sesama Polisi Sangat Memalukan
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

IPW: Baku Hantam Sesama Polisi Sangat Memalukan

Rabu, 21 Oktober 2020 | 20:09 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Jambi harus menjelaskan secara transparan kasus video viral di mana seorang perwira polisi sedang dipukuli sejumlah polisi anti huru hara dalam aksi demo mahasiswa menolak UU Cipta Kerja.

Indonesia Police Watch (IPW) menilai, Polri perlu mengklarifikasi kejadian ini. Sebab bagaimana pun peristiwa ini sangat memalukan bagi Polda Jambi dan sekaligus menggambarkan betapa buruknya koordinasi Polda Jambi dalam menangani aksi demo mahasiswa menolak UU Cipta Kerja.

"Akibat buruknya kordinasi ini di lokasi demo yang terjadi justru aksi baku hantam sesama polisi. Bukan hanya itu publik juga dengan jelas, seorang polisi anti huru hara jatuh terjengkang setelah ditendang polisi berpakaian preman," ujar Ketua IPW Neta S Pane kepada Beritasatu.com, Rabu (21/10/2020).

Menurut Neta, jika dilihat dari kronologinya, perwira polisi itu menyusup ke barisan mahasiswa yang sedang berdemo.
Dia memakai jaket mahasiswa. Saat terjadi kericuhan sejumlah polisi berpakaian preman terlihat menangkapnya dan lalu memitingnya serta sebagian memukulinya.

Bahkan ada pula sejumlah pasukan anti huru hara ikut memukulinya. Akibatnya polisi yang menyusup itu babak belur. Melihat hal ini teman-teman polisi yang menyusup itu yang juga adalah polisi berpakaian preman langsung berdatangan untuk menyelamatkan perwira tersebut.

Akhirnya baku hantam sesama polisi di tengah aksi demo pun tak terhindarkan. Bagaimana pun peristiwa ini tidak hanya memalukan Polda Jambi tapi juga memalukan institusi kepolisian.

Di TKP para demonstran menertawakan peristiwa ini. Begitu juga di media sosial banyak yg menertawakan peristiwa ini.

Kasus baku hantam antarpolisi di tengah aksi demo mahasiswa ini terjadi akibat tidak adanya koordinasi yang baik sesama aparatur kepolisian di lapangan. Selain itu tidak ada petugas yang mengawal perwira penyusup, sehingga ketika yang bersangkutan ditangkap polisi yg lain, tidak ada yg menjelaskan bahwa yang bersangkutan sedang melakukan penyusupan. Akibatnya yang bersangkutan babak belur dipukuli dan terjadi baku hantam antarpolisi.

Aksi penyusupan adalah hal biasa dalam strategi kepolisian untuk melakukan cipta kondisi, terutama dalam mengatasi aksi demo. Namun jika aksi penyusupan itu tidak terkoordinasi dengan baik, kekonyolan yang memalukan pun akan terjadi. Bukan hanya si penyusup yang babak belur tapi sesama polisi bisa baku hantam di TKP seperti seperti terjadi di Jambi. Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi Polri.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Herman Hery: Penegakan Hukum untuk Korupsi Dana Desa Harus Tegas

Yang namanya penyimpangan itu harus didukung untuk diproses, bukan malah dilindungi.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Bos Sharleen Raya Didakwa Suap Anggota DPR dan Kepala BPJN IX

Jaksa Penuntut KPK mendakwa Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya telah menyuap anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP dan Kepala BPJN IX Maluku

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Doni Monardo: Kematian Dokter Juli-September Tertinggi Selama Pandemi Covid-19

Doni Monardo mengatakan angka kematian dokter pada akhir Juli, Agustus dan September termasuk yang tertinggi selama pandemi Covid-19

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Besok, Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Teluk Kendari

Presiden Joko Widodo dipastikan akan meresmikan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 kilometer di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (22/10/2020).

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Bupati Solok Selatan Dihukum 4 Tahun Penjara

Muzni Zakaria divonis hukuman 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Tim Uji Klinis Sudah Kantongi Sampel Darah dari 832 Relawan

Setiap relawan harus minimal lima kali mendatangi pusat penelitian selama proses uji klinis yang dijadwalkan berakhir Maret 2021 mendatang.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

PSBB Tangerang Raya Kembali Diperpanjang Hingga 19 November 2020

Pemprov Banten kembali memperpanjang pemberlakuan PSBB di wilayah Tangerang Raya hingga 19 November 2020 karena penyebaran Covid-19 masih ada.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Pengadilan Tinggi Jakarta Perberat Hukuman Aspri Imam Nahrawi

Pengadilan Tinggi Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Miftahul Ulum.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Gilimanuk Andalan Pariwisata Bali Barat

Destinasi yang dimiliki oleh Gilimanuk terbilang lengkap.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Majelis Hakim Tidak Menerima Eksepsi Pinangki

Hakim memerintahkan agar sidang perkara Pinangki untuk dilanjutkan.

NASIONAL | 21 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS