Gandeng PWI, Misbakhun Sosialisasikan UU Cipta Kerja di Pasuruan
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Gandeng PWI, Misbakhun Sosialisasikan UU Cipta Kerja di Pasuruan

Kamis, 29 Oktober 2020 | 16:12 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / RSAT

Pasuruan, Beritasatu.com - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun kembali memanfaatkan masa reses untuk menyambangi daerah pemilihannya di Pasuruan, Jawa Timur.

Politikus Golkar itu mengunjungi konstituennya di daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur II guna menyosialisasikan Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disetujui bersama oleh DPR dan pemerintah pada 5 Oktober lalu.

Dengan menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan, Misbakhun menggelar kegiatan Sosialisasi UU Cipta Kerja di kota asalnya, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya, substansi sebenarnya tentang regulasi yang dikenal dengan sebutan Omnibus Law itu harus disampaikan ke seluruh kalangan masyarakat.

"Masa reses adalah momentum terbaik bagi DPR untuk datang ke konstituen, ke seluruh masyarakat, (menyosialisasikan) tentang Undang-Undang Cipta Kerja ini," ujarnya.

Wakil rakyat asal Pasuruan itu menambahkan, masyarakat harus tahu sebenarnya maksud dan tujuan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengegolkan UU Cipta Kerja. Dengan demikian publik tidak memahami maksud baik itu dengan kesalahpahaman.

"Maksud dan tujuan baik itu harus dijelaskan supaya tidak terjadi deviasi pemahaman. Masyarakat itu tahunya isi-isi yang tidak benar, tetapi kemudian itu yang terlebih dahulu dipercaya," sambungnya.

Namun, Misbakhun menegaskan bahwa menyosialisasikan substansi dan tujuan UU Cipta Kerja merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan DPR. Dengan demikian masyarakat pun memperoleh informasi dari pihak pertama yang terlibat langsung pembahasan UU tersebut.

"Supaya masyarakat klir memahami dari tangan pertama, tidak oleh pihak-pihak yang punya kepentingan dengan kemudian menambahkan, mengurangi, tetapi substansinya menjadi kabur dan menjadi menyesatkan," tegas Misbakhun.

Bagaimana dengan tudingan yang menyebut DPR dan pemerintah terburu-buru bahkan memaksakan persetujuan atas RUU Cipta Kerja? Politikus yang dikenal getol membela program pemerintahan Presiden Jokowi itu menepis anggapan tersebut.

Misbakhun menegaskan, harus ada upaya cepat untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 yang sampai sekarang tak disketahusi secara pasti kapan akan berakhir. Sebab, Covid-19 tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan, tetapi juga ekonomi dan sosial.

"Memang pemerintah harus aktif melakukan upaya preventif dan antisipasi. Kalau kemudian diartikan terlau cepat dan terburu-buru, Covid ini tidak boleh menghambat aktivitas kita untuk menghasilkan peraturan dan perundang-undangan. Keputusan cepat dan sebagainya adalah urusan politiknya," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vonis Seumur Hidup dan Uang Pengganti 2 Terdakwa Jiwasraya Diapresiasi

Vonis bagi Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat dinilai telah memenuhi rasa keadilan masyarakat.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Habitat Peringati Sumpah Pemuda dengan Semangat Bangkitkan Energi dan Gerakkan Kebaikan

Penyediaan tempat singgah pejuang medis ini merupakan suatu gerakan yang luar biasa, mengingat banyaknya tenaga kesehatan tidak mendapatkan kesehatan yang layak

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Maulid Nabi Momentum Menjaga Persatuan untuk Keutuhan NKRI

Kebesaran Nabi Muhammad SAW bukan karena harta, tahta, atau bala tentara, melainkan pada akhlak, budi pekerti, moralitas, mentalitas, dan spiritualitas.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Antisipasi Penularan, Ganjar Pranowo Cek Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi objek wisata River Walk di Boja, Kendal.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Pengelola Wisata di Kota Jambi Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Pengelola objek wisata Taman Rimba Jambi menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat pada masa libur panjang saat ini.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Peringati Sumpah Pemuda, Relawan Pramuka Siap Kawal Vaksinasi Covid-19 agar Berjalan Baik

Satuan Tugas Pramuka Peduli Penanggulangan Covid-19 memiliki lebih dari 4.500 relawan.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

GP Ansor: Dunia Harus Membangun Keseimbangan Baru

Pancasila tidak hanya mengedepankan pembinaan sikap adil terhadap sesama, melainkan juga mengedepankan nilai menghormati hak orang lain.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Gibran dan Seniman Lukis Solo Bersatu Tekan Covid-19

Gibran Rakabuming Raka menemui para seniman lukis Surakarta di Posko Relawan Nusantara Bangkit di Kampung Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Satgas Pengamanan Perbatasan Kapuas Terima Satu Pucuk Senjata Rakitan

Penyerahan senjata aktif tersebut terjadi berkat terjaminnya hubungan yang baik antara anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas dengan warga.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Tiba di Jakarta, Menlu AS Akan Temui Jokowi

Pompeo juga akan berpidato dalam forum Gerakan Pemuda Ansor.

NASIONAL | 29 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS