Polisi Terus Lakukan Penyelidikan Unsur Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan di Petamburan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Polisi Terus Lakukan Penyelidikan Unsur Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan di Petamburan

Minggu, 22 November 2020 | 19:31 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, terus melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti dan klarifikasi saksi terkait dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan pada saat kegiatan atau acara yang digelar petinggi FPI Muhammad Rizieq Syihab, di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Sampai sekarang masih lidik," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat, kepada Beritasatu.com, Minggu (22/11/2020).

Dikatakan Tubagus, proses penyelidikan dilakukan melalui klarifikasi, mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi ahli. Setelah klarifikasi, mengumpulkan bukti-bukti, selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah ada unsur pidana dan bisa dinaikkan menjadi penyidikan. "Nanti baru menentukan siapa tersangkanya," ungkapnya.

Sebelumnya, Tubagus menuturkan, tujuan penyelidikan adalah untuk menentukan ada atau tidaknya pidana. Guna naik ketahap penyidikan, harus melalui gelar perkara. Gelar perkara itu bisa dilakukan sekali atau beberapa kali, tidak ada batasannya.

"Penyelidikan itu bersifat dinamis. Kalau kita sudah bisa menentukan ada tidaknya unsur pidana, kalau misalnya ada ya, sudah bisa dinaikkan," katanya.

Diketahui, penyidik setidaknya telah memeriksa 16 orang untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan kegiatan Rizieq Syihab, di Petamburan.

Pada awal penyelidikan, penyidik mengundang 10 dari 14 orang yang diagendakan untuk dimintai klarifikasi, Selasa (17/11/2020) kemarin. Di antaranya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin, Kabiro Hukum Pemprov DKI Jakarta Yayan Yuhana, Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu, Lurah Petamburan Setiyanto, Ketua RW 04 Andi Hasim, Ketua RT 02 Jeki Marino, Bhabinkamtibmas, dan Kepala KUA Tanah Abang.

Namun, hanya sembilan orang yang menjalani klarifikasi karena Lurah Petamburan Setiyanto reaktif Covid-19 saat diperiksa menggunakan swab antigen, dan belakangan dinyatakan positif.

Sehari kemudian, penyidik mengundang Haris Ubaidillah selaku ketua panitia kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kemudian panitia penyelenggara, pegawai pemasangan tenda, dan saksi ahli. Haris datang memenuhi panggilan sekitar pukul 10.00 WIB, dan baru selesai klarifikasi pada tengah malam.

Selanjutnya, penyidik mengundang Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Erizon Safari, perwakilan Aviation Security Bandara Soekarno-Hatta, dan ketua panitia akad nikah. Namun Ariza dan ketua panitia akad nikah berhalangan hadir, kemudian meminta untuk dijadwalkan ulang.

Terakhir, penyidik memanggil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo untuk dimintai keterangan terkait surat penutupan Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat.

Menyoal kapan penjadwalan ulang mengundang pihak yang tidak bisa hadir, Tubagus belum menjelaskan, termasuk siapa saja yang akan diklarifikasi Senin (23/11/2020) besok. Namun, berdasarkan catatan ada beberapa orang yang belum memenuhi undangan klarifikasi. Di antaranya Wagub DKI Jakarta Ariza, sopir tenda, dan ketua panitia akad nikah.

Sementara itu, Mabes Polri menyebutkan penyidik juga akan mengundang kembali Syarifah Najwa Shihab -anak Rizieq Syihab- dan suaminya Irfan Alaydrus untuk klarifikasi. Seharusnya, keduanya diperiksa Jumat (20/11/2020) kemarin. Namun mereka tidak hadir.

"Nanti (anak dan menantu Rizieq) dijadwalkan lagi, dalam rangka penyelidikan, undangan klarifikasi untuk meminta keterangan atau klarifikasi tentang kejadian tersebut,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasusnya Akan Digelar, FPI: Kita Ikuti Proses Ketidakadilan Ini

Yanuar mengingatkan setiap orang memiliki hak memperoleh perlakuan yang sama dalam penyelanggaran kekarantinaan—apapun alasannya.

NASIONAL | 22 November 2020

Tim Supervisi KPK Kaji Keterlibatan Pihak Lain di Skandal Djoko Tjandra

Tim supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi pada saat ini sedang menelaah dan mengkaji berkas dokumen skandal Djoko Tjandra.

NASIONAL | 22 November 2020

Gubernur Sumut Kembali Tegaskan Bakal Bubarkan Kerumunan Massa

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi kembali menegaskan akan membubarkan aksi kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 November 2020

UMK Seluruh Kabupaten/Kota di Banten Naik 1,5%

Gubernur Banten Wahidin Halim telah resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) penetapan UMK 2021.

NASIONAL | 22 November 2020

Pengungsi Merapi Akan Jalani Rapid Test

Rapid test antigen akan dilakukan kepada seluruh pengungsi, relawan dan petugas yang berada di lokasi pengungsi Merapi.

NASIONAL | 22 November 2020

Sungai Cimanggu Meluap, Sejumlah Rumah di Lebak Rusak

Curah hujan akan meningkat pada November-Desember 2020.

NASIONAL | 22 November 2020

3M dan 3T, Cara Memutuskan Penularan Covid-19

Penerapan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) sama pentingnya dengan penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19

NASIONAL | 22 November 2020

IPW: Di Luar Operasi Perang TNI Bisa Bergerak Mengendalikan Situasi Demi Keutuhuhan NKRI

Ketika Satpol PP dan Polri tidak berani bertindak mencabut baliho Rizieq, sangat wajar TNI bergerak melakukannya.

NASIONAL | 22 November 2020

Tekan Penyebaran Covid-19, Habib di Solo Lakukan Ini

Pengurus masjid memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19 karena didatangi jemaah dari berbagai kota.

NASIONAL | 22 November 2020

Bupati Puncak Minta Penembak Pelajar Segera Ditemukan Agar Tak Ada Kebingungan

Bupati Puncak Williem Wandik meminta aparat segera menemukan pelaku penembakan dua pelajar yang terjadi Sabtu (20/11/2020), agar tidak ada kebingungan.

NASIONAL | 22 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS