Empat Ilmuwan Raih Habibie Award 2016

Empat Ilmuwan Raih Habibie Award 2016
Beritasatu.com ( Foto: Beritasatu.com )
Fana Suparman / WBP Rabu, 5 Oktober 2016 | 19:22 WIB

Jakarta- Empat ilmuwan yang dinilai berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan Indonesia meraih penghargaan Habibie Award XVIII tahun 2016, Rabu (5/10). Penghargaan ini diberikan oleh Yayasan Pembinaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan (SDM-Iptek) yang didirikan Presiden RI ke-3, BJ Habibie.

"Habibie Award merupakan penghargaan dari Yayasan SDM Iptek kepada perseorangan atau badan yang dinilai sangat aktif dan berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan berbagai kegiatan iptek yang baru, serta bermanfaat secara berarti bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian," kata Ketua Pengurus Yayasan SDM IPTEK, Wardiman Djojonegoro dalam sambutan penganugerahan Habibie Award XVIII Tahun 2016 di Pendopo Habibie dan Ainun, Jakarta, Rabu (5/10).

Untuk kategori bidang Ilmu Dasar, penghargaan Habibie Award tahun ini diraih oleh Hendra Gunawan, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Institut Teknologi Bandung (ITB). Hendra merupakan matematikawan paling produktif di Indonesia. Hingga saat ini, Hendra telah menulis sebanyak 30 paper atau makalah dalam area analisis fourier, 32 dalam area analisis fungsional, dan 14 dalam area lainnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 makalah dipublikasikan di jurnal internasional yang diindeks oleh Mathematical Reviews dimana 14 di antaranya ditulis atas nama sendiri. Total yang tercatat di Mathematical Revieews hingga saat ini melampaui 200.

Selain itu, Hendra merupakan inovator dalam area analisis fourier modern atau proses matematika yang digunakan untuk memecahkan masalah bentuk gelombang kompleks menjadi komponen sinusoidanya. Sebagai seorang pendidik, Hendra memopulerkan matematika melalui bermatematika.net. Hendra juga membuat blog khusus untuk menarik minat anak-anak terhadap ilmu pengetahuan melalui anakbertanya.com

Sementara di bidang Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi, Habibie Award 2016 diraih oleh Raymond R. Tjandrawinata, ilmuwan bidang farmasi. Raymond merupakan pendiri sekaligus Direktur Pengembangan dan Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) yang merupakan lembaga riset multidisipliner untuk kemajuan riset obat bahan alami di Indonesia. Hingga saat ini, setidaknya terdapat tujuh produk farmasi hasil riset DLBS yang banyak digunakan oleh para dokter Indonesia dan internasional dari berbagai spesialis keahlian. Selain itu, Raymond juga pemilik empat hak paten dalam negeri dan 16 hak paten lainnya dari berbagai negara.

Penghargaan Habibie Award untuk bidang Ilmu Rekayasa diberikan kepada Tommy Firman, Guru Besar Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB. Peraih berbagai penghargaan di bidang perencanaan wilayah dan kota ini juga aktif di berbagai jurnal internasional terkemuka.

Sementara untuk bidang Kebudayaan, Habibie Award tahun ini diberikan kepada sastrawan Sapardi Djoko Damono. Sejak tahun 1957, mantan Dekan Fakultas Sastra UI ini aktif menulis sajak, penerjemah, juri pelbagai sayembara penulisan, lomba baca puisi, dan festival teater. Sapardi juga menerbitkan belasan buku kumpulan sajak sejak 1969 hingga saat ini. Beberapa di antaranya, 'Duka-Mu Abadi', 'Mata Pisau', 'Akuarium' dan yang terbaru 'Melipat Jarak dan Babad'. Sajak-sajaknya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Hindi, Jepang, Tiongkok, Prancis, Inggis, dan lainnya. Sajak-sajak peraih berbagai penghargaan di bidang sastra ini juga telah dikutip untuk undangan pernikahan, kalender, poster, t-shirt, blocknote, bahkan sajak-sajak Sapardi telah dimusikalisasi dan diadopsi menjadi film.

Atas prestasi, pemikiran, dan kontribusi keempat ilmuwan penerima Habibie Award 2016 ini mendapat hadiah sebesar US$ 25.000, sertifikat dan medali Habibie Award. Wardiman berharap Habibie Award dapat mendorong semangat para ilmuwan Indonesia untuk terus berkarya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, Wardiman berharap para ilmuwan Indonesia dapat memberikan kontribusi yang nyata dan bermanfaat bagu bangsa dan Negara Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan