Wapres Resmikan Pusat Riset FKUI

Wapres Resmikan Pusat Riset FKUI
Wakil presiden RI Jusuf Kalla ( Foto: Humas UMY )
/ FMB Rabu, 12 April 2017 | 13:32 WIB

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) meresmikan peluncuran Indonesia Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IMERI-FKUI), di Kampus FKUI, Jalan Salemba Raya No.6, Jakarta, Rabu (12/4).

Dalam sambutannya, JK mengatakan betapa pentingnya riset dalam dunia kesehatan dan kedokteran guna meningkatkan kualitas kesehatan 250 juta lebih penduduk Indonesia.

Untuk itu, JK mengajak semua profesor dalam dunia kedokteran bergabung bersama IMERI, melakukan riset dalam dunia kesehatan. Demikian juga, meminta para dokter meluangkan satu hari dalam seminggu Untuk bergabung dalam riset IMERI.

Pusat IPTEK unggulan di bidang kedokteraan dan kesehatan yang didirikan menggunakan dana Islamic Development Bank (IDB) bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Tanah Air.

"IMERI-FKUI memiliki 12 klaster riset, 2 klaster pendidikan, 3 klaster penunjang riset, serta 3 fasilitas pendukung pendidikan yang bertujuan menghasilkan terobosan inovasi guna peningkatan kualitas pendidikan dan pelayaman kesehatan di Indonesia," kata Rektor Universitas Indonesia (UI), Muhammad Anis dalam sambutannya.

Dengan klaster unggulan, klaster riset infeksi, riset kanker, roset kardiovaskular, riset reproduksi, riset human genetic, riset stem cell, riset drug development, riset pendidikan kedokteran dan klaster riset pengembangan pendidikan berbasis simulasi.

Sementara itu, Rektor FKUI, Ratna Sitompul menjelaskan IMERI-FKUI mengembangkan riset translational personalized dalam pelayanan kesehatan berbasis genetik. Kemudian, memiliki alat next generation sequencing yang mampu memetakan potensi seseorang untuk menderita penyakit berdasarkan kelainan genetik.

"Dalam 10 tahun ke depan IMERI-FKUI diproyeksikan akan menjadi medical science techno-park Indonesia, yaitu pusat riset dan inovasi kesehatan dan kedokteran Indonesia yang dilengkapi sampai pada tahap industri," katanya. (N-8)



Sumber: Suara Pembaruan