Dibahas Secara Ilmiah, Mengapa Keledai Dijuluki Hewan Bodoh

Dibahas Secara Ilmiah, Mengapa Keledai Dijuluki Hewan Bodoh
Hewan keledai kerap dijuluki bodoh. ( Foto: The Telegraph )
Senin, 14 Mei 2012 | 14:17 WIB
Pertemuan serius di London yang mengumpulkan para pakar keledai dari seluruh dunia.

Pertanyaan tentang apakah keledai adalah hewan keras kepala atau ternyata cuma “salah dipahami” telah dibahas dalam sebuah konferensi yang diadakan oleh universitas-universitas terkemuka di Inggris.

School of Oriental and African Studies di Universitas London mengadakan diskusi yang mengumpulkan para pakar di bidang kuda, keledai, dan budaya jenis hewan ini dari seluruh dunia selama dua minggu.

Acara ini termasuk seminar oleh Ben Hart, dari Donkey Sanctuary, dengan judul bahasan "Stubborn donkey or smart ass?".

Dalam pembahasan itu ia menyebutkan bahwa “sejarah evolusi keledai dan bagal' telah menuntun kepada perilaku yang disalahpahami dan memberi kontribusi pada reputasi binatang ini menjadi dinilai binatang yang bodoh dan keras kepala.

“Perilaku keledai pada umumnya disalahpahami karena perilaku mereka dibandingkan dengan kuda, ketimbang dilihat sebagai spesies yang terpisah. Dengan melihat pada evolusi keledai yang dipelihara dan perilaku keledai yang hidup bebas, akan mungkin terjelaskan perbedaan perilaku keledai dan bagaimana reputasi mereka menjadi dikenal keras kepala dan bodoh,” ujar Hart.

Keledai dihubungkan dengan perilaku bodoh sejak sebelum masehi setelah mendapat penilaian sebagai hewan bodoh, budak, dan keras kepala oleh penulis Yunani kuno, Homer dan Aesop.

Literatur lainnya yang dibahas dalam acara tersebut adalah posisi penting keledai dalam lagu-lagu dan tarian daerah Turki, populasi keledai di Eritrea dan Portugal, dan sejarah keleda di negara-negara Samudra Hindia.