Mahasiswa Binus Menangkan Kompetisi ASEAN Data Science Explorer

Mahasiswa Binus Menangkan Kompetisi ASEAN Data Science Explorer
Babak Final Tingkat Nasional kompetisi ASEAN Data Science Explorer (ADSE). ( Foto: Istimewa )
Lona Olavia / FER Kamis, 13 September 2018 | 19:07 WIB

Jakarta - ASEAN Foundation dan SAP mengadakan kompetisi ASEAN Data Science Explorer (ADSE) yang diikuti kalangan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Para pemenang dianugerahi tiga penghargaan teratas untuk wawasan dan ide-ide inovatif mereka terkait menangani isu-isu sosial dan ekonomi di kawasan ASEAN.

Bertajuk "Anak Muda Masa Kini untuk Masa Depan Dunia" kompetisi ini memungkinkan anak muda dari negara-negara anggota ASEAN memainkan peran kunci dalam mengatasi masalah sosial saat ini dan membantu menciptakan perubahan positif untuk masa depan yang lebih baik.

Tim OWL dari Universitas Bina Nusantara (Binus) berhasil keluar sebagai juara di Babak Final Tingkat Nasional. Sementara itu, posisi runner-up pertama diberikan kepada Tim Gray Matters, dan runner-up kedua diberikan kepada Tim Ganesha yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Berpartisipasi dalam ADSE merupakan peluang besar bagi kami untuk melaksanakan peran kami dalam mengubah dunia. Teknologi SAP telah membantu kami mempelajari bagaimana kuatnya data dapat menciptakan perubahan dan membantu kami berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di ASEAN," kata Angelia Dwi Handoko dan Tasia Rosalina Tedjo Purnomo, salah satu tim finalis dari Universitas Surya.

Managing Director SAP Indonesia yang juga menjadi bagian dari panel juri untuk kompetisi, Andreas Diantoro, mengatakan, untuk mengatasi permasalahan rumit seperti dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, anak muda harus terbiasa dengan teknologi terbaru untuk menemukan solusi baru untuk masalah saat ini dan masa depan.

"ADSE adalah langkah pertama bagi anak muda Indonesia untuk bekerja memecahkan masalah dunia dengan menggunakan data dan analisis yang dapat diukur secara nyata," kata Andreas di Jakarta, Kamis (13/9).

Menurut Andreas, sebagai salah satu perusahaan piranti lunak dan analytics terdepan dengan 404.000 pelanggan di seluruh dunia, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kehidupan masyarakat.

"Kami bangga dapat berkolaborasi dengan ASEAN Foundation dalam inisiatif penting ini untuk mempersiapkan kaum muda menghadapi ekonomi digital," tandasnya.

Para mahasiswa yang mendaftar untuk program ini memperoleh akses ke data ASEAN serta platform SAP Analytics Cloud, yang memungkinkan mereka menganalisis data dan mendapatkan wawasan. SAP Analytics Cloud adalah generasi baru dari Software-as-a-Service (SaaS) yang mendefinisikan ulang analytics dalam cloud dengan menyediakan intelijen bisnis (BI), kemampuan prediksi, dan kemampuan perencanaan dalam satu perangkat tunggal.

"Dengan menggunakan platform cloud ini, para peserta dapat menganalisis dan memvisualisasikan data untuk menghasilkan rekomendasi inovatif mereka," kata Andreas.



Sumber: Suara Pembaruan