Ternyata, Penemuan Titanic adalah Pengalihan Isu

Ternyata, Penemuan Titanic adalah Pengalihan Isu
Bangkai kapal Titanic. ( Foto: Opodo )
Heru Andriyanto / HA Minggu, 16 Desember 2018 | 15:51 WIB

Selama bertahun-tahun, kisah legendaris tentang penemuan bangkai kapal Titanic di dasar samudera pada 1985 adalah hasil sebuah ekspedisi ilmiah. Termasuk dalam versi fiksi yang telah difilmkan dengan bintang Leonardo DiCaprio.

Baru sekarang ini diketahui, bahwa misi pencarian bangkai kapal pesiar paling mewah pada zamannya itu adalah sebuah pengalihan dari misi militer yang sangat rahasia.

Robert Ballard, tokoh sentral di balik penemuan bangkai Titanic, mengatakan bahwa ekspedisi tersebut untuk mengalihkan perhatian media dari misi sesungguhnya yang diemban oleh timnya, yaitu mencari dua bangkai kapal selam nuklir di dasar samudera.

"Mereka tidak ingin dunia tahu soal itu, jadi saya harus memiliki cerita untuk menutupi," kata Ballard seperti dikutip CNN.

Ballard adalah seorang komandan Angkatan Laut dan juga ilmuwan kelautan di Woods Hole Oceanographic Institution. Angkatan Laut menawarkan pendanaan untuk mencari Titanic, namun hanya setelah dia bisa menemukan kapal selam nuklir Amerika USS Thresher dan USS Scorpion yang tenggelam pada dekade 1960an.

"Kami sudah tahu di mana letak kapal selam itu," kata Ballard.

"Apa yang mereka minta untuk saya lakukan adalah kembali ke sana tanpa diikuti oleh Rusia, karena kami berkepentingan dengan senjata-senjata nuklir yang ada di USS Scorpion dan juga sadar dampak reaktor nuklir pada lingkungan."

Misi pencarian Titanic terbukti menjadi pengalihan isu yang sangat ampuh, karena media "benar-benar tidak sadar apa yang sebenarnya saya lakukan," kata Ballard.

Begitu timnya berhasil mengeksplorasi USS Scorpion dan USS Thresher, mereka tinggal punya waktu 12 hari untuk mencari Titanic.

Titanic, yang tenggelam saat pelayaran perdananya pada 1912, kemudian ditemukan di dasar Samudeta Atlantik Utara dengan kedalaman 12.000 kaki.

"Ketika kami menemukan Titanic, tentu saja kami juga sangat senang, karena itu tugas yang sangat sulit," kata Ballard.

Penemuan itu membuat heboh media, tetapi tujuan ekspedisi yang sesungguhnya tetap ditutupi.

Sebuah berita di New York Times beberapa hari setelah penemuan Titanic mengutip berbagai sanggahan dari para pejabat soal misi militer itu.

Ketika itu, juru bicara Angkatan Laut Kapten Brent Baker mengatakan proyek yang dilakukan hanya untuk mengetes kinerja sistem oseanografi, dan seorang ilmuwan membantah adanya keterlibatan militer.

"Tidak ada yang dirahasiakan," kata Dr Robert Spindel, kepala Woods Hole Ocean Engineering Department, seperti dikutip NYT ketika itu.

Bukan seperti itu faktanya, pengakuan Ballard sekarang. Dan itu bukan satu-satunya.

"Saya tak boleh bicara tentang misi Angkatan Laut saya yang lain, tidak," ujarnya. "Mereka itu belum boleh dibuka ke publik."



Sumber: CNN
CLOSE