Populasi Terus Menurun, Jerapah Terancam Punah

Populasi Terus Menurun, Jerapah Terancam Punah
Jerapah ( Foto: Daily Mail )
/ FER Senin, 17 Desember 2018 | 16:28 WIB

Nairobi - Pemerintah Kenya belum lama ini menyatakan, jerapah sebagai hewan yang terancam punah. Pihak pemerintah Kenya telah dan meluncurkan usaha untuk mencegah hilangnya habitat tempat hewan-hewan itu hidup, serta menghentikan perburuan liar dan penyakit yang bisa memusnahkan satwa itu.

Direktur jenderal dinas satwa liar Kenya, Charles Musyoki, menyatakan, populasi jerapah di Kenya menurun 40 persen dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

"Khususnya jerapah jenis Rothschild, yang kini tinggal 659 ekor. Hanya ada dua negara di Afrika di mana terdapat jerapah jenis itu, yaitu Kenya dan Uganda. Namun, sebagian besar dari mereka hidup di Kenya," kata Musyoki, dilansir dari laman VOA, Senin (17/12).

Musyoki mengatakan, pemerintah Kenya akan melakukan berbagai hal untuk mencegah turunnya populasi jerapah itu. Jerapah sebagai pemakan rumput dan daun-daunan sangat penting bagi ekosistem.

"Kami sedang menghubungi para pemilik tanah untuk minta bantuan mereka supaya ada habitat untuk jerapah. Kami juga ingin menjalankan berbagai usaha untuk mencegah perburuan liar dan memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur tidak akan merusak habitat jerapah," jelasnya.

Pakar konservasi pada Musium Bristol di Inggris, Dr Grainne McCabe, mengatakan, seluruh kalangan harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan hewan-hewan itu.

"Kemungkinan besar telah terjadi penurunan populasi hewan-hewan langka sejak lama, tapi tidak kita perhatikan. Jumlah jerapah saat ini tinggal kira-kira 80.000 ekor, lebih sedikit dari seluruh gajah Afrika yang masih tersisa," jelasnya.



Sumber: VOA
CLOSE