Belajar Merancang Drone di Teknik Elektro UPH

Belajar Merancang Drone di Teknik Elektro UPH
Mahasiswa Teknik Elektro UPH ketika merakit drone. ( Foto: Istimewa )
/ FER Jumat, 11 Januari 2019 | 19:47 WIB

Jakarta - Teknik Elektro Universitas Pelita Harapan (UPH) berbenah dengan membuka beberapa mata kuliah baru yang kekinian dalam mengantisipasi era Industri 4.0. Salah satu di antaranya, kehadiran mata kuliah Teknologi Drone di mana mahasiswa belajar baik teori, desain, maupun praktek pembuatan drone mulai dari awal hingga dapat terbang secara stabil.

Dosen pengampu, Dr Eng Endrowednes Kuantama ST MEng, memandu 15 mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015 dan 2016 dalam pembuatan 2 unit drone.

"Hal ini ditujukan agar mahasiswa Teknik Elektro UPH tidak hanya mengerti ilmu secara teori tapi juga mampu mengaplikasikannya," kata Endro, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (11/1).

Teknik Elektro UPH

Dalam mata kuliah terbaru ini selama satu semester (Agustus – Desember 2018), mahasiswa diajarkan detail pembuatan dan pengetahuan tentang drone. Tujuan dari mata kuliah ini adalah mahasiswa dapat mengerti dan dapat membangun drone sendiri dengan budget yang rendah namun berkualitas. 

Endro menjelaskan, dalam perakitan drone yang pertama ini, perakitan difokuskan pada fungsi drone yang mampu terbang dengan tingkat kestabilan tinggi. Selain itu, drone yang dibuat mahasiswa ini memiliki perbedaan dengan perangkat yang ada di pasaran.

"Drone buatan mahasiswa ini harganya jauh lebih murah dari yang ada di pasaran dengan kualitas yang sama atau bahkan dapat melebihi kualitas yang ada di pasaran. Drone ini dapat ditambahkan dengan komponen elektronik lainnya sehingga dapat diaplikasikan ke berbagai macam sistem," jelasnya.

Menurutnya, drone yang ada di pasaran umumnya hanya terfokus pada photography atau cinematography. "Dapat dikatakan drone buatan mahasiswa kami ini memiliki banyak keunggulan, seperti dapat dirancang sesuai dengan aplikasi yang diinginkan, mampu menonjolkan sisi kestabilan, kecepatan, dan waktu terbang lebih lama. Drone kami juga dapat diterbangkan secara manual, semi otomatis, maupun otomatis. Bahkan kamera dengan VR drone dapat ditambahkan sebagai fungsi opsional, yang dapat semakin mempermudah pengendalian drone," ungkap Endro.

Tidak hanya belajar dalam proses pembuatan dan perakitan, kata Endro, mahasiswa dipastikan harus mampu mengendalikan drone dengan baik. "Terkait perakitan drone ini, ada beberapa bidang keilmuan Teknik Elektro yang digunakan, antara lain sistem control atau kendali, robotika, dan mikrokontroler," tambahnya.

Endro menambahkan, pihaknya berharap agar drone ini dapat diaplikasikan ke berbagai macam fungsi, contohnya agricultural drone, pemetaan, pengukuran kualitas udara, dan lainnya agar fungsinya semakin luas. "Pengembangan atau pengaplikasian drone ini dapat di lakukan oleh mahasiswa sebagai topik penelitian atau tugas akhir," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com