Wapres: Indonesia Harus Kuasai Teknologi Robotik

Wapres: Indonesia Harus Kuasai Teknologi Robotik
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (kanan) membuka seminar dan dialog bertajuk "Penyiapan SDM Indonesia menghadapi Revolusi Industri ke-4" disaksikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani (kiri), Ketua IKA Undip yang sekaligus Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono (kedua dari kiri), Ketua Bappenas Bambang PS Brodjonegoro (ketiga dari kiri), Steering Commitee Himpuni Akhmad Mukowam (ketiga dari kanan) dan Menteri Perhubungan Budi Karya (kedua dari kanan) di Jakarta, Senin (14/1/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim / Uthan A Rachim )
Leonard AL Cahyoputra / FER Senin, 14 Januari 2019 | 14:59 WIB

Jakarta - Indonesia saat ini sedang bersiap menghadapi revolusi industri 4.0, sebagai dampak dari perkembangan teknologi sekarang ini. Sektor tenaga kerja menjadi perhatian karena akan berkurang digantikan teknologi automation robotic.

Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK), mengatakan, kehadiran teknologi automation robotic susah dihindari, karena merupakan bagian dari industri itu sendiri.

"Saya kira jalani saja. Kalau semua robotik siapa yang bekerja dan yang mau jadi konsumen? Maka harus dicermati produktivitas yang lain. Kita pilih automation robotic yang menimbulkan peluang kerja atau job baru," kata JK di Jakarta, Senin (14/1).

Baca Juga: Universitas Jangan Ketinggalan Revolusi Industri 4.0

JK menerangkan, revolusi industri membuat dua perubahan yang mendasar, yaitu pola bisnis dan pola produksi. Untuk pola bisnis, menjual lebih tinggi daripada harga pokoknya, sekarang malah sebaliknya. Hal itu terjadi pada ojek online yang menjual jasa di bawah harga pasar, namun nilai jual perusahaanya semakin tinggi. Lalu, pola produksi sekarang memanfaatkan otomatisasi dan robotik.

"Kalau ini tidak disiapkan, tentu nanti yang kerja adalah ahli-ahli yang bukan dari Indonesia tetapi ahli dari negara lain seperti India dan Singapura," pungkas JK.



Sumber: Investor Daily