Konsumen Lebih Selektif pada Perangkat Cerdas terkait Keamanan Data

Konsumen Lebih Selektif pada Perangkat Cerdas terkait Keamanan Data
Ilustrasi BlackBerry ( Foto: PhoneArena )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 28 Januari 2019 | 16:56 WIB

Nevada, AS- BlackBerry Limited merilis survei terbarunya mengenai sikap dan perilaku konsumen terhadap keamanan, kepercayaan, dan privasi, terutama dalam penggunaan perangkat cerdas yang terhubung dengan internet seperti mobil, drone, alat monitor kesehatan, televisi, hingga kamera keamanan.

Survei menemukan fakta bahwa sekitar 80 persen responden di Amerika Serikar (AS), Inggris, dan Kanada tidak memercayai perangkat internet-connected yang mereka gunakan untuk menjaga keamanan data dan privasi. Responden juga cenderung memilih produk atau jasa dari perusahaan berreputasi baik dalam menjaga keamanan data dan privasi, serta mendukung konsep “Seal” atau “Stamp of Approval” untuk menunjukkan perangkat internet-connected mana saja yang telah memenuhi standar keamanan tertentu.

"Survei ini menunjukkan adanya peluang bagi perusahaan untuk melakukan diferensiasi produk dengan menyediakan layanan dengan tingkat keamanan dan privasi data yang lebih tinggi," kata Chief Marketing Officer di BlackBerry, Mark Wilson, dalam keterangannya, Senin (28/1).

Dia mengatakan, Blakcberry meyakini pelanggan yang telah teredukasi akan mendorong sektor swasta dan publik untuk lebih menyelaraskan standar keselamatan dan keamanan.

Sementara lebih dari separuh responden (58 persen) bersedia membayar lebih untuk produk internet-connected seperti speaker Alexa, produk keamanan rumah, wearables (aksesoris yang dilengkapi dengan teknologi), dan produk lainnya apabila data dan privasi dapat terlindungi.

Saat ditanya berapa jumlah biaya lebih yang rela mereka keluarkan, 10 persen responden bersedia membayar hingga 20 persen lebih tinggi, sedangkan sebagian besar responden bersedia membayar lebih hingga 10 persen.

Dalam hal sistem teknologi kendaraan yang terhubung ke internet, sebagian besar responden menyatakan rela membayar lebih apabila kendaraannya menggunakan perangkat lunak yang memiliki tingkat keselamatan dan keamanan tertinggi.

Menurut Kelley Blue Book, perkiraan rata-rata harga transaksi untuk kendaraan berukuran kecil di Amerika Serikat mencapai US$ 35.742 pada September 2018. Apabila dikaitkan dengan hasil survei Blackberry, terdapat 23 persen responden bersedia mengeluarkan biaya tambahan hingga 5 persen (sebesar US$ 1.700) apabila mobil mereka menggunakan perangkat lunak aman. Bahkan, 10 persen responden bersedia membayar lebih hingga 20 pesen (sekitar US$ 7.000).

Soal teknologi asisten suara yang paling dipercaya di kendaraan, responden memilih Google (25 persen), Apple Siri (19 persen), Amazon Alexa (16 persen), Microsoft Cortana (5 persen), dan IBM Watson (3 persen). Meskipun demikian, sebanyak 32 persen responden yang rata-rata berusia di atas 54 tahun tidak memercayai teknologi asisten suara. secara mengejutkan, generasi milenial, hanya 20 persen yang tidak memercayai teknologi asisten suara.

Surve ini juga menemukan ketidaksesuaian antara perhatian terhadap faktor keamanan dengan kebiasaan responden dalam menggunakan teknologi. Misalnya, 23 persen responden tidak membatasi data yang dapat diakses oleh perangkat ataupun aplikasi yang terhubung dengan internet, sedangkan 17 persen mengakui tidak tahu bagaimana cara membatasi data tersebut.



CLOSE