Menristekdikti Lantik Hammam Riza sebagai Kepala BPPT Baru

Menristekdikti Lantik Hammam Riza sebagai Kepala BPPT Baru
Kepala BPPT yang baru Hammam Riza. ( Foto: Beritasatu Photo / Ari Supriyati )
Ari Supriyanti Rikin / WBP Rabu, 30 Januari 2019 | 14:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir secara resmi melantik Hammam Riza sebagai kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang baru, menggantikan Unggul Priyanto. Hammam sebelumnya menjabat deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) BPPT.

Dalam pelantikan tersebut, Mohamad Nasir mengingatkan, prototipe atau purwarupa dan inovasi harus dikomersialkan guna menjawab kebutuhan industri serta masyarakat. "Riset harus berbasis market driven supaya sesuai kebutuhan industri. Riset harus untuk kesejahteraan bangsa," katanya di sela-sela pelantikan yang dihadiri Beritasatu.com di Auditorium BPPT, Jakarta, Rabu (30/1).

Hadir dalam pelantikan tersebut Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya serta sejumlah pejabat di lingkungan BPPT.

Kemristekdikti menargetkan berbagai prototipe BPPT bisa difokuskan ke inovasi sehingga manfaatnya akan dirasakan masyarakat.

Kepala BPPT Hammam Riza mengungkapkan, BPPT berkomitmen memberi kontribusi inovasi teknologi untuk negeri dalam meningkatkan daya saing di Indonesia khususnya di era revolusi industri 4.0. BPPT memiliki peran inovasi, audit, kliring teknologi, difusi, komersialisasi, alih teknologi serta layanan teknologi. "BPPT mendukung upaya-upaya pencapaian kemandirian bangsa melalui kemandirian teknologi. BPPT menjadikan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) sebagai penghela pertumbuhan ekonomi," tandasnya

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1986 dan peraih gelar doktoral yudisium cum laude dengan keahlian artificial intelligence tahun 1991 ini menyebut, tahun 2019 tugas BPPT semakin banyak karena beberapa program memerlukan percepatan penyelesaiannya.

Program yang dimaksud pemasangan buoy tsunami dan cable based tsunameter, feasibility study kereta cepat dan light rail transit (LRT) serta proyek prioritas nasional lainnya.

Hammam Riza memulai karirnya di BPPT tahun 1987. Tahun 2004 ia menjabat kepala Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Di tahun 2010 diangkat menjadi direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jabatan terakhir sebelum menjadi kepala BPPT adalah Deputi TPSA.



Sumber: Suara Pembaruan