Sains di Balik Avengers: Endgame, Captain Marvel dan Lubang Cacing

Sains di Balik Avengers: Endgame, Captain Marvel dan Lubang Cacing
Brie Larson pemerann Kapten Marvel berpose bersama penggemarnya di pemutaran perdana ÔÇťAvengers: Endgame" di Los Angeles, California, 22 April 2019 ( Foto: Reuters )
Dina Fitri Anisa / FMB Rabu, 15 Mei 2019 | 10:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bagi Anda yang sudah menonton Avengers: Infinity War, tentu ingat di akhir kemusnahan setengah makhluk hidup di bumi Nick Fury sempat memberikan sinyal darurat kepada Captain Marvel agar segera datang ke Bumi, sekaligus menyelamatkan Iron Man dan The Avengers.

Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana bisa dalam film tersebut Captain Marvel mampu melintasi alam semesta dengan sangat cepat? Padahal, menurut Husin alam semesta mengalami perluasan seiring berjalannya waktu, dan jika menghitung, jarak galaksi terdekat dengan bumi adalah Andromeda yang jaraknya 2,5 juta tahun cahaya.

Terkait dengan hal tersebut, ahli fisika dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Husin mengatakan Captain Marvel bisa saja melewati lubang cacing, atau biasa disebut sebagai wormhole. Dalam sains, wormhole dikenal dengan nama jembatan Einstein-Rosen (Einstein-Rosen bridge), merujuk pada ide Albert Einstein dan Nathan Rosen pada 1935 yang menyebut adanya 'jembatan' penghubung dua tempat yang sangat jauh, dan memungkinkan dalam mengakomodasi perjalanan di dalam lorong ruang waktu itu.

Sayangnya, waktu hidup Einstein-Rosen bridge teramat singkat untuk memungkinkan objek melewatinya. Kecuali terdapat materi eksotik dengan massa negatif yang menjaganya tetap terbuka. Sebaliknya, jika massanya positif akan menciptakan efek tarik-menarik di dalam lubang cacing sehingga ia akan tertutup. Magnet adalah perumpamaannya.

“Jika menurut teori relativitas, mungkin saja itu terjadi. Namun, Captain Marvel harus dilengkapi dengan material eksotik dengan massa yang negatif, agar wormhole-nya dibuka terus oleh tubuhnya dia baru dia bisa jalan dari satu galaksi ke galaksi yang lain,” terang Husin.

Pertanyaannya, dari manakah Captain Marvel memperoleh material eksotik dengan massa negatif? Bisa jadi, Captain Marvel mendapat materi eksotik dengan massa yang negatif itu dari Tesseract atau Space Stone. Sebagaimana kita ketahui, sumber kekuatannya berasal dari paparan kubus biru tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan