Sains di Balik Avengers: Endgame, Peralatan Canggih Iron Man

Sains di Balik Avengers: Endgame, Peralatan Canggih Iron Man
Tokoh Superhero Iron Man (kiri) didampingi rekannya War Machine. ( Foto: daily mail )
Dina Fitri Anisa / FMB Rabu, 15 Mei 2019 | 10:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Selain time travel dan quantum realm, hal yang menjadi perhatian khusus para ilmuwan adalah beragam inovasi canggih yang menunjang kekuatan para superhero, semisal Iron Man. Dosen Program Studi Fisika Institut Teknologi Bandung, Yudi Darma menyebut, ragam peralatan canggih yang digunakan Iron Man disebut smart material.

Smart material merupakan bahan yang dapat bereaksi terhadap gangguan atau rangsangan eksternal (temperatur, tekanan, bahan kimia, cahaya, gelombang electromagnetic, dan lain-lain), serta memiliki beragam sifat dasar. Selain itu, smart material adalah bahan yang bereaksi terhadap kondisi yang berubah tanpa perlu intervensi manusia atau self-powering.

Berkat aneka ragam film yang memperlihatkan kehebatan pakaian para superhero untuk menunjang keamanan saat bertempur, beberapa peneliti pun akhirnya menemukan beragam material dapat digunakan untuk membuat pakaian dari kain yang kuat, dan kini digunakan untuk membuat pakaian militer. Seperti, serat karbon nanotube, senyawa metal oksida, dan synthetic polimer.

Kini pertanyaannya, apakah smart material-nanoteknologi itu nyata seperti yang digambarkan dalam film seperti Iron Man dan Ant-Man? Yudi pun menjawab, nanoteknologi dapat digunakan untuk membuat bahan dengan kekuatan mekanik yang lebih tinggi dan pada prinsipnya dapat membuat pakaian super kuat. Namun, baju atau pakaian yang terbuat dari bahan berteknologi nano yang digunakan dalam film pada umumnya masih berupa fantasi pada saat ini.

“Pakaian pada penampilan mereka saat ini sangat dibesar-besarkan tetapi memberikan ide kepada para ilmuwan dan insinyur dalam pengembangan smart materials, self-powering, biological power and smart clothing di masa depan,” jelasnya.

Selain pakaian yang super canggih, para pencinta Iron Man juga pasti paham bagaimana Tony Stark diberdayakan oleh Arc Reactor di dadanya. Hal ini pun menjadi hal yang menarik untuk ditelaah lebih lanjut oleh para peneliti dunia. Pasalnya melihat kemampuan Iron Man dalam mengeluarkan senjata dan memiliki kemampuan terbang dengan cepat, bila dihitung secara ilmiah itu setara dengan energi dua sampai tiga reaktor, sedangkan pahlawan super terkaya ini hanya gunakan satu saja.

Yudi menyampaikan, terinspirasi dari Iron Man, pada 2014 di Russia mulai dibuat baterai yang dibuat dari nuklir baru berbasis nikel-63, yang memiliki energi spesifik lebih tinggi daripada baterai biasa yang tersedia secara komersial. Hanya dengan satu centimeter, baterai nuklir bisa menghasilkan 3.300 miliwatt-hours of energy per gram.

“Bayangkan hanya mengganti baterai dalam perangkat satu dekade sekali, atau bahkan sekali abad? Baterai nuklir suatu hari nanti dapat memungkinkan kita melakukan hal itu, Anda bisa gunakan smartphone tanpa perlu charge selamanya. Namun, saat ini dayanya masih terlalu rendah untuk menjadi sangat praktis,” terangnya.



Sumber: Suara Pembaruan