Sains di Balik Avengers: Endgame, Dampak Petikan Jari Thanos

Sains di Balik Avengers: Endgame, Dampak Petikan Jari Thanos
Scarlett Johansson dan Jeremy Renner di film “Avengers: Endgame” (2019) ( Foto: imdb.com )
Dina Fitri Anisa / FMB Rabu, 15 Mei 2019 | 10:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dosen Program Studi Fisika Institut Teknologi Bandung, Yudi Darma mengatakan pergulatan hebat antara Avengers dan Thanos, sebenarnya memiliki satu misi yang sama, yaitu menyelamatkan alam semesta. Namun, Thanos memiliki cara sendiri, yaitu dengan memusnahkan setengah dari mahluk hidup di bumi untuk menghilangkan kekhawatiran zaman modern tentang sumber daya alam yang terbatas dan kelebihan penduduk.

Dia menyelamatkan alam semesta dari kelebihan penduduk selama satu miliar tahun lagi. Dia melakukan ini dengan menyingkirkan setengah dari semua penghuni di alam semesta, bukan hanya bumi. Dia melakukan semua ini dengan relatif tidak menyakitkan. Dia mengorbankan orang yang dicintai dan bahkan jiwanya sendiri untuk menyelamatkan alam semesta dengan caranya.

Namun secara ilmiah, apakah yang akan terjadi bila separuh dari populasi makhluk hidup di bumi lenyap? Yudi pun menimpal, “Sudah jelas bahwa kita akan melihat, akan banyak ekosistem berubah sepenuhnya, dan mungkin ada spesies yang tidak pernah pulih dan punah, akibat tidak dapat berproduksi cepat,” jelasnya.

Dengan kata lain, bukannya membuat keadaan alam semesta membaik, justru sebaliknya. Ingat, yang hilang karena efek snap dari Thanos adalah makhluk hidup, termasuk tumbuhan dan makhluk terkecil mikroba. Dengan demikian, ekosistem di bumi akan berantakan.

Sedangkan dari sisi psikologis, petikan jari Thanos juga berakibat fatal untuk para manusia yang tersisa di bumi. Pasalnya, semua orang di Bumi cenderung tenggelam dalam rasa tidak enak setelah kehilangan orang yang mereka cintai. "Reproduksi (di Bumi sepertinya) melambat, mungkin karena depresi.“



Sumber: Suara Pembaruan