Mahasiswa Indonesia dan Jepang Raih Juara II Kompetisi Inovasi Airbus

Mahasiswa Indonesia dan Jepang Raih Juara II Kompetisi Inovasi Airbus
Tim AirFish (dari kiri ke kanan): Keiko Miyazaki dari Jepang, Falah Fakhriyah, Martin Siagian, dan Nathan Harjanto dari Indonesia. ( Foto: Ist )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 29 Juni 2019 | 14:49 WIB

Toulouse, Prancis, Beritasatu.com – Untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi global Airbus Fly Your Ideas, tiga mahasiswa Indonesia dari University of Cambridge berhasil memenangkan juara kedua kompetisi inovasi kedirgantaraan bergengsi tersebut tahun ini.

Tim mereka – yang terdiri dari Falah Fakhriyah, Martin Siagian, dan Nathan Harjanto, serta seorang mahasiswa Jepang, Keiko Miyazaki – meyakinkan juri dengan ide inovatif mereka untuk memanfaatkan penginderaan jarak jauh demi membantu pemerintah melindungi lautan dengan lebih baik. Tim ini berhasil mengalahkan 269 ide lainnya dan kini membawa pulang hadiah uang tunai sebesar 10.000 euro atau sekitar Rp 160 juta.

Ketujuh tim finalis menghabiskan sepekan terakhir di Toulouse, Prancis untuk membangun purwarupa dari ide mereka. Hal ini mereka wujudkan di fasilitas Inovasi dan R&D mutakhir milik Airbus, dengan dukungan dari para mentor dan ahli terkait di Airbus. Pada 27 Juni 2019, seluruh tim mempresentasikan proyek mereka di hadapan para panelis yang terdiri dari ahli kedirgantaraan Airbus maupun akademisi. Presentasi tersebut ditayangkan pula secara live dan dapat disaksikan secara global.

Dewan juri yang berasal dari Airbus dan International Space University (Strasbourg) pun terkesan dengan semangat inovatif dan pemahaman ekonomi yang ditunjukkan oleh para mahasiswa di Tim AirFish (Airbus Integrated Fisheries Information Services).

Mereka mengusung sebuah sistem pemantauan laut menggunakan teknologi pengambilan gambar dan video melalui satelit. Dikenal sebagai remote sensing atau penginderaan jarak jauh, penerapan teknologi ini dapat membantu pemerintah melawan penangkapan ikan ilegal, mengurangi penangkapan spesies langka secara tidak sengaja, serta mengurangi kerusakan habitat laut.

Sementara itu, juara pertama yakni Tim “Zero” Heroes dari Delft University of Technology, Belanda memukau dewan juri dengan panel kontrol pintar nirbaterai dan nirkabel untuk sistem pesawat yang dapat menyediakan daya di genggaman tangan pengendali. Berkat ide luar biasa mereka tersebut, tim ini memenangkan hadiah utama sebesar 25.000 euro, atau setara dengan Rp 402 juta.

Airbus Fly Your Ideas adalah kompetisi global yang menantang mahasiswa dari berbagai penjuru dunia untuk berinovasi di bidang kedirgantaraan, khususnya terkait enam area kunci: Pelistrikan, Layanan Data, Keamanan Siber, Internet of Things, Kecerdasan Buatan, dan Realitas Campuran (Mixed Reality).

Sejak diluncurkan oleh Airbus pada tahun 2008 dan ditandatanganinya perjanjian kerja sama dengan UNESCO pada 2012, lebih dari 22.000 mahasiswa dari lebih dari 700 universitas di 100 negara telah berpartisipasi di Fly Your Ideas. Selain itu, lebih dari 500 karyawan Airbus pun turut berkontribusi sebagai mentor maupun tenaga ahli demi mendukung kesuksesan kompetisi ini.

Ketujuh tim finalis tahun ini mewakili 11 negara dan 8 universitas berbeda yang tersebar di Asia, Eropa, dan Amerika Selatan.



Sumber: BeritaSatu.com