Energy Storage System Diyakini Ubah Peta Industri Energi di Indonesia

Energy Storage System Diyakini Ubah Peta Industri Energi di Indonesia
Baran Energy akan meluncurkan teknologi baterai penyimpanan energi skala besar, pada pertengah Juli mendatang. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 8 Juli 2019 | 21:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Belakangan, kalangan netizen atau warganet di Indonesia dihebohkan dengan rencana kehadiran futuristic technology berbasis energi terbarukan yang memungkinkan masyarakat bisa mengkonsumsi listrik dengan biaya hanya Rp 1.

Kehebohan masyarakat dunia maya tersebut dapat lihat di akun resmi Instagram (IG) baranergy, yang kerap mendapat banyak sekali komentar. Bahkan, kerap terjadi perang komentar setiap kali admin IG baranergy mem-posting materi terkait perangkat teknologi yang membuat penasaran banyak orang tersebut.

Baca Juga: Baran Energy Siapkan Perilisan Energy Storage System

"Generasi muda mileneal ubah penggunaan listrik hanya rp. 1? Oh maan panel surya tidak fair klo disebut cuma rp. 1. Biaya investasi awal masih perlu bertahun – tahun untuk mengembalikan modal instalasi, belum lagi maintenance jika ada kerusakan,” tulis akun robb.inc, mengomentari postingan admin IG baranenergy.

Namun, rata- rata warganet sangat menyambut antusias rencana kehadiran teknologi yang dikembangkan anak-anak milenial lulusan dari berbagai universitas terbaik di Indonesia ini.

"Mantap…Kalau bisa provide ke daerah saya, mau banget ini sih, min,” timpal akun fadillagolek.

"Surabaya kapan?" celetuk akun yanu1414 menanggapi rencana roadshow tim Baran Energy ke berbagai daerah di Indonesia untuk memperkenalkan produk ramah lingkungan yang disinyalir pemakaiannya bakal masif sama seperti peralihan minyak tanah ke tabung elpiji, dimana saat ini keberadaan tabung elpiji hampir di setiap rumah tangga.

Founder Baran Energy, Victor Wirawan, masih enggan memberikan komentar dan bocoran terkait detail produk dan keuntungan dari penggunaan perangkat teknologi ini.

"Tunggu saja launching-nya nanti tanggal 18 Juli di Epicentrum biar lebih jelas. Tapi, yang pasti teknologi ini sedikit banyaknya bakal mengubah peta industri energi di Indonesia," tutur Victor singkat.

Namun, Victor lansung antusias merespon ketika ditanya terkait sumbangsihnya dalam pengembangan sektor energi di Indonesia, khususnya di bidang energi terbarukan.

"Visi kami adalah mendorong penggunaan energi terbarukan dan mobilitas elektrik di Indonesia, namun menyediakan teknologinya saja tidaklah cukup. kami berpikir keras mencari solusi agar, bukan hanya mengembangkan teknologi yang sesuai dengan market dan kondisi di Indonesia, tetapi juga bagaimana caranya agar produk ini bisa dimiliki oleh banyak orang, secepat mungkin," tambahnya.

Untuk itu, sambung Victor, pihaknya mencoba melakukan inovasi model kepemilikan, bagaimana supaya teknologi ini menjadi terjangkau, sehingga lebih banyak lagi orang yang bisa berpindah ke energi terbarukan. Oleh karena itu, pada saat peluncuran produk nanti, pihaknya juga akan meluncurkan program "Rp1 Untuk Perpindahan ke Energi Terbarukan".

 

 



Sumber: BeritaSatu.com