Esri Gandeng BIG Gelar Konferensi Geospasial

Esri Gandeng BIG Gelar Konferensi Geospasial
Badan Informasi Geospasial (BIG) telah menyelesaikan data akuisisi pemetaan dasar skala besar pascabencana sebagian wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), di kantor BIG, Cibinong, Bogor, Senin (28/1). ( Foto: Beritasatu Photo / Ari Supriyati Rikin )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 19 Agustus 2019 | 20:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Esri Indonesia akan menggelar perhelatan analisis geospasial terbesar nasional, Esri Indonesia User Conference (EIUC), di Raffles Hotel Jakarta, Kamis (22/8/2019). EIUC diharapkan mampu menarik komunitas geospasial yang sedang berkembang di tanah air serta turut menyoroti bagaimana analitik geospasial mampu menjadi penggerak Making Indonesia 4.0.

Pada saat yang sama, diselenggarakan pula Indonesian Geospatial Technology Exhibition (IGTE) atau Pameran Teknologi Geospasial Indonesia yang digelar oleh BIG (Badan Informasi Geospasial). IGTE merupakan pameran teknologi geospasial yang memamerkan kemajuan teknologi geospasial, industri dan pemanfaatan geospasial untuk pembangunan Indonesia.

CEO Esri Indonesia, Dr Ahmad Istamar, mengatakan, komunitas geospasial di Indonesia kian berkembang. Geospasial menjadi jalan hidup bagi banyak orang, mulai dari mahasiswa, bankir, hingga pembuat kebijakan.

"Kami telah bekerja sama dengan banyak organisasi untuk memberdayakan komunitas ini dan menginspirasi mereka guna menguji batasan pemikiran spasialnya. Kami pun menyelenggarakan pertemuan komunitas pengguna dalam beberapa acara yang berfokus pada industri minyak dan gas, pertanian, dan yang terbaru EIUC. Bahkan, tahun lalu kami mampu mengundang hampir 700 ahli geospasial di dalam enam pertemuan dengan fokus industri yang berbeda,” kata Istamar kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Menurut Istamar, pihaknya bersama dengan BIG bersinergi merayakan 50 tahun informasi geospasial di Indonesia. "Kami berharap, dapat bekerja sama untuk mengembangkan komunitas geospasial dalam negeri dan menginspirasi pemikir spasial bangsa," tegas Istamar.

Istamar mengatakan, Geospasial AI (GeoAI) tampil sebagai fokus utama pada pertemuan tersebut karena itu akan menjadi kunci sukses Industri 4.0 dan kebijakan Satu Peta dimana BIG berperan sebagai pemangku kepentingan utama khususnya sebagai penyedia informasi geospasial dasar.

"Evolusi teknologi yang berkembang begitu pesat telah menghasilkan pertumbuhan sensor eksponensial yang digunakan untuk mengumpulkan data real-time dalam lingkungan kita. Sensor tersebut telah menggabungkan area fisik dan digital yang menghasilkan kemajuan di area tertentu seperti ilmu data, AI, dan permesinan (Machine Learning/ML)," tandas Istamar.

Istamar menambahkan, platform analitik geospasial hadir sebagai kunci dalam memanfaatkan potensi kemampuannya yang baru, mengoperasikan AI, ML dan teknologi IoT untuk memecahkan masalah yang sangat mendesak, di mana solusinya hanyalah platform tersebut.

"Program Making Indonesia 4.0 dirancang untuk memaksimalkan manfaat dari kemajuan ini dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2030," kata Istamar.

Kepala BIG, Prof Dr Hasanuddin Z Abidin, menyampaikan, BIG berdedikasi untuk segera memenuhi ketersediaan informasi geospasial dasar skala besar untuk mendukung pembangunan Indonesia.

"Melalui IGTE, diharapkan menjadi media penting pertemuan antara para penyelenggara geospasial di kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, serta perguruan tinggi dengan industri geospasial untuk terciptanya geospasial yang akurat, detil, cepat dan sesuai dengan kebutuhan pengguna untuk mendukung pembangunan Indonesia," kata Hasan.

Hasan menambahkan, sebagai pemimpin industri, Esri Indonesia berdedikasi tak hanya mempromosikan penggunaan teknologi geospasial dalam menghadapi tantangan global saja, namun juga mengadopsi pola pikir spasial pada masyarakat.

"Kami yakin, IGTE dan EIUC akan menjadi platform geospasial yang menarik dimana para pesertanya dapat terinspirasi dan tergerak oleh para pemimpin dalam negeri maupun internasional," tandas Hasan.



Sumber: BeritaSatu.com