Siswi SMA Ciptakan Aplikasi Informasi Bahaya Sampah Plastik

Siswi SMA Ciptakan Aplikasi Informasi Bahaya Sampah Plastik
Shanney Suhendar, menunjukan aplikasi Ocean Blue ID. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Bayu Marhaenjati / FER Kamis, 7 November 2019 | 20:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Siswi kelas XII Jakarta Intercultural School, Shanney Suhendra, menciptakan aplikasi bernama Ocean Blue ID, berisi mengenai informasi tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Tujuannya, untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penggunaan plastik sekali pakai.

"Aplikasi Ocean Blue ID ini untuk meningkatkan kesadaran dan mengedukasi masyarakat terkait penggunaan plastik sekali pakai," ujar Shanney, di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Shanney mengatakan, Indonesia merupakan salah satu penghasil limbah terbesar di dunia. Lebih dari 190.000 ton sampah diproduksi setiap hari, dan 25.000 ton diantaranya merupakan limbah plastik. Ironisnya, banyak sampah yang pada akhirnya bermuara di laut dan menyebabkan kerusakan ekosistem.

Melihat permasalahan itu, Shanney pun menciptakan aplikasi Ocean Blue ID yang berisi informasi tentang bahaya sampah plastik. Selain itu, menyediakan pembaruan data statistik yang berkaitan dengan plastik dan tindakan pencegahan penggunaan plastik sekali pakai di Indonesia dan dunia.

Shanney menambahkan, aplikasi buatannya juga memberikan informasi produk-produk ramah lingkungan yang dapat mendorong masyarakat mengubah kebiasaan menggunakan plastik.

"Aplikasi Ocean Blue ID sendiri sudah dapat diunduh di Play Store. Saat ini, sedang diproses untuk segera hadir di Apple Store," ungkapnya.

Menurut Shanney, permasalahan sampah plastik merupakan tanggung jawab semua orang, termasuk dirinya untuk dapat peduli dan berpartisipasi menyelesaikan permasalahan ini sebelum terlambat. Dia pun berharap aplikasi itu bisa memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia untuk mengubah kebiasaan menggunakan plastik, sehingga mendapatkan manfaat bagi masa sekarang dan generasi selanjutnya.

"Saya percaya bahwa inti dari pemecahan masalah (sampah plastik) yang berkembang ini adalah melalui pembentukan kebiasaan masyarakat sehubungan dengan penggunaan plastik sekali pakai," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com