Keraton Yogyakarta Digitalisasi Ribuan Koleksi Wayang Kulit

Keraton Yogyakarta Digitalisasi Ribuan Koleksi Wayang Kulit
Keraton Yogyakarta mulai awal 2019 telah melakukan digitalisasi dalam bentuk foto untuk koleksi wayang kulit. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Jumat, 8 November 2019 | 14:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Keraton Yogyakarta sebagi pusat kebudayaan Jawa Mataram menyimpan banyak benda budaya bernilai tinggi, salah satunya wayang kulit. Ada sebanyak 14 kotak wayang kulit, di mana masing-masing kotaknya berisi 300-500 wayang kulit.

Baca Juga: Pagelaran Wayang di Istana Usung Nilai Kebinekaan

Menyadari pentingnya penyelamatan pusaka ini, Keraton Yogyakarta mulai awal 2019 telah melakukan digitalisasi dalam bentuk foto untuk koleksi wayang kulit tersebut. Saat ini pihak Keraton Yogyakarta sudah berhasil melakukan digitalisasi dua kotak wayang kulit yang hasilnya bisa dilihat di website kapustakan.kratonjogja.id.

Digitalisasi Wayang

Baca Juga: Pemerintah Manfaatkan Wayang Kulit untuk Sosialiasi Program

KPH Notonegoro yang merupakan suami dari putri ke-4 Sri Sultan Hamengkubuwana X, GKR Hayu, menyampaikan, ide awal digitalisasi wayang kulit ini berawal ketika ia dan istrinya masih tinggal di New York, Amerika Serikat (AS)

Ketika itu ia merasa kesulitan untuk mencari informasi tentang kebudayaan Jawa di internet seperti gamelan, tarian, dan juga wayang kulit. Hingga akhirnya lahirlah ide untuk mendigitalkan koleksi benda-benda budaya bernilai tinggi milik Keraton Yogyakarta.

"Di Keraton Yogyakarta, ada ribuan koleksi wayang kulit yang sebetulnya bisa menjadi inspirasi untuk para dalang, siswa pedalangan, siswa tata sungging, atau pengrajin wayang. Selama ini kan kalau mau melihat koleksinya secara langsung, ada proses-proses yang harus dilalui. Belum lagi dalam satu kotaknya ada ratusan wayang kulit. Dengan proses digitalisasi ini, masyarakat jadi lebih mudah melihat detail koleksi wayang kulit Keraton Yogyakarta, " kata KPH Notonegoro saat ditemui di Keraton Yogyakarta, Jumat (8/11/2019).

Baca Juga: Cukup dengan QR Code, Warga Bisa Baca 12 Cerita Wayang

KPH Notonegoro menambahkan, proses digitalisasi yang dilakukan juga sangat detail sampai tatahan di wayang kulit jelas terlihat. Dengan begitu para pengrajin wayang kulit bisa mendapatkan banyak inspirasi ketika akan membuat wayang kulit.

"Di setiap foto wayang kulit, kita juga menyertakan deskripsi beserta data-data mengenai wayang itu sendiri," terang KPH Notonegoro.

Selain wayang kulit, Keraton Yogyakarta juga telah melakukan digitalisasi untuk sekitar 70 manuskrip mulai dari cerita wayang, catatan tarian, hingga nasihat-nasihat dari para raja terdahulu.



Sumber: BeritaSatu.com