2020, Habibie Award Akan Jadi Perhelatan Nasional

2020, Habibie Award Akan Jadi Perhelatan Nasional
Menristek/Kepala BRIN Bambang Soemantri Brodjonegoro (lima dari kiri) berfoto bersama para peraih Habibie Award 2019, Selasa 12 November 2019. ( Foto: SP/ari supriyanti rikin )
Ari Supriyanti Rikin / EAS Rabu, 13 November 2019 | 13:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Soemantri Brodjonegoro mewacanakan dan menginisiasi agar di tahun 2020 Habibie Award diangkat ke tingkat nasional dan penyelenggaraannya dilakukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

"Habibie Award diangkat agar menjadi target ilmuwan terbaik di negeri ini baik itu dari lembaga penelitian, perguruan tinggi dan lembaga lainnya,” ucap Bambang Soemantri Brodjonegoro di acara puncak Habibie Award ke-21 di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Ia mencontohkan di luar negeri, dunia menunggu siapa saja yang akan meraih nobel. Diharapkan, ketika Habibie Award diangkat ke level nasional dampaknya akan dirasakan seperti nobel.

"Kalau di dunia ini setiap tahun komunitas tertentu dan orang secara umum menunggu siapa pemenang Nobel. Ada Nobel fisika, kimia, kedokteran, bidang saya ekonomi juga ada. Kami harapkan gema atau dampak seperti itu juga bisa dirasakan untuk Habibie Award," papar Bambang Soemantri Brodjonegoro.

Ia mengapresiasi lima sosok peraih Habibie Award di tahun 2019 dari berbagai kategori. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dalam bidang keilmuwan.

"Kita perlu apresiasi terutama para peraih Habibie Award ini bisa menjadi contoh karena konsistensinya melahirkan penelitian berkualitas,” kata Menristek.

Saat ini Habibie Award diberikan bagi seseorang atau badan yang sangat aktif dan berjasa besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan pada lima bidang, yaitu ilmu dasar, ilmu kedokteran, ilmu rekayasa, ilmu sosial dan politik, dan ilmu kebudayaan. Menristek berharap penerima dari lima bidang tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi peneliti lain di bidang serupa.

Habibie Award ini digelar oleh Yayasan Pembinaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang didirikan Prof Dr Ing BJ Habibie pada 12 Mei 1997. Sedangkan Habibie Award sudah digelar sejak tahun 1999.

"Mereka yang menerima penghargaan bisa menjadi contoh rekan-rekan sejawatnya, koleganya bahwa kalau konsisten terus di bidangnya, dan terus melahirkan penelitian berkualitas, maka akhirnya yang didapat adalah award," imbuhnya.

Kemristek ingin mengangkat Habibie Award di tingkat nasional sehingga akhirnya semua peneliti di bidang lima tadi kemudian membuat suatu target. Kalau dia relatif muda, mungkin akan membayangkan, dan fokus meneliti dengan terobosan kekhususan di bidang tertentu sehingga targetnya lima tahun lagi misalnya bisa menang Habibie Award.

Kontribusi
Anugerah Habibie Award ke-21 ini diberikan kepada lima ilmuwan yang telah berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan di Indonesia.

Lima ilmuwan tersebut antara lain Prof Dr Ivandini Tribidasari Anggraningrum di bidang ilmu dasar, Prof dr Adi Utarini MSc PhD di bidang ilmu kedokteran, Prof Dr Ir Tati Latifah Erawati Rajab di bidang ilmu rekayasa, Prof Dr Eko Prasojo di bidang sosial dan politik. dan Dr HC I Gusti Ngurah Putu Wijaya SH di bidang ilmu kebudayaan.



Sumber: Suara Pembaruan