Megawati Soekarnoputri Raih Penghargaan dari BMKG

Megawati Soekarnoputri Raih Penghargaan dari BMKG
Megawati Soekarnoputri (kiri) saat mendapatkan penghargaan dari Kepala BMKG Dwikorita Karnawati sebagai Tokoh Pelopor Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dari BMKG, Senin 25 November 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Ari Supriyanti Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / YUD Senin, 25 November 2019 | 17:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk pertama kalinya memberi penganugerahan kepada Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri sebagai sosok yang memodernisasi sehingga BMKG melompat dalam layanan meteorologi klimatologi dan geofisika (MKG).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, Megawati menjadi sosok yang memodernisasi BMKG saat dirinya menjabat sebagai Presiden RI ke-5 tahun 2002.

Dulu BMKG di bawah subdirektorat di bawah Kementerian Perhubungan. Mengingat pentingnya tugas BMKG, beliau mengeluarkan Keputusan Presiden kala itu sehingga menjadikan tonggak sejarah penting sehingga BMKG lebih berdaya dalam memberikan layanan informasi multibencana hidrometeorologi, gempabumi dan tsunami.

"Lahirnya Keppres No 46 dan 48 Tahun 2002 itu memperkuat modernisasi BMKG dengan melompatkan BMKG sebagai lembaga pemerintah nondepartemen," katanya di sela-sela Penganugerahan Kehormatan Tokoh Pelopor Penguatan dan Modernisasi MKG untuk Kemanusian dan Lingkungan bagi Dr (HC) Megawati Soekarnoputri di Auditorium BMKG, Jakarta, Senin (25/11).

Dari lompatan itu BMKG sudah mampu didukung dengan teknologi canggih bisa memberikan informasi terkini 5 menit pascagempa. Dahulu sebelum modernisasi baru bisa 2 jam setelah gempa.

Untuk prakiraan meteorologi atau cuaca dahulu bisa mencakup 100 kilometer persegi, sekarang sudah bisa 3 kilometer persegi.

Dwikorita juga menambahkan, segala modernisasi itu juga harus diiringi sikap kesiapsiagaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

"Upaya modernisasi ini sulit diwujudkan jika tidak ada langkah dan terobosan dari ibu Megawati saat ini sebagai tokoh pelopor pengguatan MKG," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Megawati berterima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Baginya penghargaan tersebut tidak hanya bagi dirinya tetapi bagi rakyat Indonesia.

"Media harus memberikan ruang yang lebih kepada masalah _climate change_. Beri kesadaran pada masyarakat yang bagi saya kecenderungannya masih pasif," kata Ketua Umum PDI Perjuangan ini.

Menurutnya, Indonesia terletak di wilayah negeri cincin api _ring of fire_ yang rawan bencana. Kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Sehingga memiliki kesadaran dan bertambah pengetahuannya terhadap berbagai potensi bencana.

"Begitu banyak jatuhnya korban yang seharusnya dapat diselamatkan kalau saja kesadaran kebencanaan mau melaksanakan dan mengerti," imbuhnya.

Ia pun menekankan pentingnya kurikulum kebencanaan di sekolah sehingga anak-anak sekolah bisa melindungi diri ketika bencana terjadi.

Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama (MoU) antara PDI Perjuangan dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Basarnas.

Turut hadir dalam penganugerahan kepada Megawati sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju seperti Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Terawan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Juliari Batubara dan Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Soemantri Brodjonegoro.



Sumber: Majalah Investor