ATW Solar Indonesia Tekankan Kualitas Pemasangan Listrik Surya Atap

ATW Solar Indonesia Tekankan Kualitas Pemasangan Listrik Surya Atap
Proses pemasangan panel surya atap yang dilakukan PT ATW Solar Indonesia. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 6 Mei 2020 | 16:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Secara global penggunaan listrik surya atap telah menjadi tren yang terus berkembang setiap tahunnya, meski di Indonesia sata ini masih terbatas. Penyebabnya, masyarakat Indonesia masih belum memiliki akses yang komprehensif dan merata pada informasi dan variasi sistem listrik surya atap.

Diperlukan keahlian khusus dalam pemasangan listrik surya atap. Berbeda dengan pemasangan pada residensial perorangan, pemasangan panel surya pada perusahaan besar melibatkan proses yang lebih rumit. PT ATW Solar Indonesia sebagai pemimpin regional dalam industri energi surya menekankan pentingnya menjaga kualitas pemasangan listrik surya atap.

Cholis Indra, pemuda kelahiran Banyuwangi tahun 1994 yang ditunjuk PT ATW Solar Indonesia yang menjadi manajer proyek pemasangan panel surya (PLTS atap) di PT Bintang Toedjoe mengatakan cukup banyak tahapan yang harus dilalui, sebelum pemasangan. Dimulai dari konsultasi dengan perusahaan, rapat, membuat tahapan waktu pengerjaan, menyajikan desain gambar dan material yang dipakai. Menurutnya diperlukan manajemen yang sempurna untuk segala urusan. 

“Memang dari perusahaan sudah ada standard operational procedure (SOP) yang menjadi rujukan pengerjaan, termasuk margin kesalahan yang masih dapat ditoleransi. Tetapi, jika saya bisa lebih baik lagi, maka saya tingkatkan kualitas pengerjaannya,” kata Cholis.

Profesionalitas dan pengalaman menjadi kunci Cholis dalam setiap proyek yang dikerjakannya. Pemuda 26 tahun ini sudah dipercaya mengerjakan beberapa proyek besar. Selan menjadi manajer proyek panel surya (PLTS atap) di PT Bintang Toedjoe, Cholis pernah mengerjakan proyek PT Kalbio Global Medika dan PT Kalbe Farma Tbk di Cikarang dengan daya masing-masing 200 kWp.

“ATW bagus ke depannya, secara market, secara proses pergantian teknologi sangat bagus. Dan, dari pihak manajemen ATW juga sangat semangat untuk tetap menjunjung cita-cita renewable energy. ATW merupakan satu perusahaan yang semangat sekali untuk membangun energi terbarukan,” kata Cholis.

Visi yang selalu disampaikan oleh manajemen ATW, terlebih oleh pendirinya, Caroline Weno, membuat ATW bukan sekadar perusahaan penjual panel surya, tetapi menjadi lahan pergulatan mewujudkan mimpi mengatasi persoalan kelangkaan energi dengan energi terbarukan yang berlimpah. Dengan penggunaan energi surya, diharapkan semua orang menjadi independen dalam menghasilkan sendiri energi lewat kekuatan sinar matahari. Energi matahari yang diolah menjadi energi listrik juga menjamin keberlanjutan, mendukung pelestarian alam, dan penghematan.

Wilson Tanuwijaya, VP Corporate Sales & Marketing PT ATW Solar Indonesia mengungkapkan diperlukan pengalaman matang untuk bisa membuat pemasangan panel surya sempurna. 

“Sewaktu pemasangan panel surya di PT Bintang Toedjoe, saya diajak oleh Cholis naik ke atap untuk melihat hasilnya. Menurut saya sih sudah rapi. Tetapi tiba-tiba Cholis melihat ada beberapa panel yang menurutnya perlu disempurnakan. Sepintas sudah sangat rapi, tetapi kejelian Cholis dapat melihat hingga skala milimeter. Ada panel yang menurutnya masih bisa dirapikan lagi, padahal mungkin perbedaannya nyaris tak terlihat mata. Cholis pun segera memerintahkan teknisi untuk menata panel tersebut agar lebih rapi,” ungkap Wilson Tanuwijaya, VP Corporate Sales & Marketing PT ATW Solar Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com