Khawatir Perang Dagang, Bursa AS Rontok

Khawatir Perang Dagang, Bursa AS Rontok
Ilustrasi Wall Street. ( Foto: CNN Money )
Heru Andriyanto / HA Jumat, 23 Maret 2018 | 03:55 WIB

New York - Kekhawatiran akan meletusnya perang dagang berimbas ke Wall Street pada penutupan Kamis (22/3) waktu setempat atau Jumat dini hari WIB, setelah Presiden Donald Trump menandatangani nota kepresidenan yang berisi ancaman tarif hingga US$ 60 miliar (Rp 826 triliun) atas produk impor dari Tiongkok.

Saham Dow Jones anjlok 724 poin atau 2,9%, makin menegaskan kekhawatiran para investor atas pemberlakukan tarif tersebut. Tingkat penurunan The Dow itu adalah yang terburuk kelima dalam sejarah, dan menjadi hari perdagangan terburuk sejak 8 Februari lalu.

Indeks S&P 500 juga terjun bebas 2,5% sementara indeks Nasdaq turun 2,4%.

"Perang dagang global, baik nyata atau sekedar persepsi, akan membebani pasar," kata Ian Winer, analis di Wedbush Securities, seperti dikutip CNN Money.

"Sekarang ini muncul ketidakpastian besar. Jika Tiongkok memutuskan untuk bersikap keras terhadap (impor) produk pertanian atau yang lainnya, itu akan sangat mengguncang."

Tindakan pemerintah AS untuk bersikap keras atas Tiongkok dipicu tuduhan adanya pencurian hak cipta intelektual, terutama produk-produk teknologi informasi.

"Kita sedang menghadapi situasi gawat tentang pencurian hak cipta intelektual yang terjadi sekarang," kata Trump.

Dia juga menggambarkan bahwa defisit perdagangan AS dengan Tiongkok sudah "di luar kendali".



Sumber: CNN Money