Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi Dinilai Mendesak

Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi Dinilai Mendesak
Facebook. (Foto: ist)
Hotman Siregar / FER Minggu, 8 April 2018 | 15:30 WIB

Jakarta - Kebocoran data yang dialami Facebook, membuat kalangan pemilik akun dan pengguna media sosial (Medsos) tersebut merasa khawatir. Kalangan pengguna merasa tidak aman dan data pribadi mereka dapat disalahgunakan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

"Kebocoran data pribadi seseorang rawan disalahgunakan untuk melakukan penipuan online dan tindak pidana siber lainnya," ujar anggota komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, di Jakarta, Minggu (8/4).

Charles mengatakan, selama ini regulasi yang digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah Peraturan Menteri (Permen) Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Kasus yang dialami oleh Facebook, sambung Charles, bisa menjadi momentum untuk melakukan percepatan pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi. Hal ini dibutuhkan untuk memperkuat dan memberikan jaminan proteksi data pribadi para pengguna internet di Indonesia.

"Apalagi nantinya akan ada pasal-pasal penindakan dan sanksi pidana terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembocoran atau pencurian data pribadi," ucapnya.

Pihaknya sangat menyayangkan, RUU Perlindungan Data Pribadi belum diusulkan oleh pemerintah untuk masuk dalam Prolegnas 2018. Sehingga, RUU tersebut sementara waktu belum bisa dibahas apalagi diundangkan.

Charles mengusulkan, Pemerintah segera mengusulkan RUU tersebut agar bisa masuk dalam prolegnas prioritas sehingga bisa secepatnya dibahas dan diundangkan. Sementara, Komisi I DPR sudah membentuk Panja Perlindungan Data Pribadi.

"Kami sudah mulai mengundang instansi-instansi dan kementerian terkait untuk melakukan rapat kerja dengan harapan agar pemerintah bisa lebih optimal dalam memberikan perlindungan terhadap data pribadi pengguna internet Indonesia," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan