Berdayakan Perempuan untuk Tingkatkan Ekonomi Kreatif

Berdayakan Perempuan untuk Tingkatkan Ekonomi Kreatif
Ketua Yayasan Citra Kartini Indonesia (Ciri) Ayu Heni (ketiga kanan) berfoto bersama jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yakni Carmelita Hartoto (kiri), Suryani S Motik (kedua kiri), dan Shinta Widjaja Kamdani (kedua kanan) seusai memberikan keterangan pers pada acara "Women Harmony in Diversity dan Kartini Day" di Jakarta, Kamis 12 April 2018. (Investor Daily/Novy Lumanauw) ( Foto: ID/Novy Lumanauw )
Novy Lumanauw / AB Kamis, 12 April 2018 | 21:19 WIB

Jakarta - Perempuan berperan aktif untuk meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif bagi pertumbuhan serta pembangunan ekonomi nasional. Pada 2016, sektor ekonomi kreatif menyumbang 7,44 persen terhadap perekonomian nasional dan produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif tumbuh 4,95 persen.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Citra Kartini Indonesia (Ciri) Ayu Heni pada acara “Women Harmony in Diversity dan Kartini Day” di Jakarta, Kamis (12/4).

“Kami terus memperkuat peran perempuan untuk mewujudkan ekonomi kreatif di Indonesia,” katanya.

Acara yang diisi peragaan busana produk Indonesia karya Cossy Latu, Merdi Sembiring, dan Ghea Panggabean dihadiri para duta besar perempuan, istri duta besar, pengusaha perempuan nasional, di antaranya Carmelita Hartoto, Shinta Widjaja Kamdani, Suryani Motik, Putri Wardani, dan Rita Pusponegoro. Hadir pula, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dan Ibu Ferry Baswedan.

Ayu Heni yang juga istri Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan “Women Harmony in Diversity dan Kartini Day” diselenggarakan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun ke-50 Kadin Indonesia dan Hari Kartini.

“Kami menampilkan produk-produk kreatif karya anak bangsa dan menghadirkan duta besar, istri duta besar, anggota Kadin, dan pengusaha perempuan. Para istri duta besar juga berpartisipasi mengikuti peragaan busana daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan pemerintah mendorong perempuan Indonesia untuk berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Peran perempuan sangat penting dalam industri kreatif, terutama di sektor busana, kuliner, dan kerajinan tangan," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, bekerja sama dengan Yayasan Ciri dan Kadin Indonesia memberdayakan kaum perempuan di berbagai daerah untuk menghadirkan produk-produk kreatif khas Indonesia.

Pada 2016, sebaran ekonomi kreatif di Indonesia terfokus di Pulau Jawa yang mencapai 65,37 persen, sedangkan di Pulau Sumatera 17,94 persen, Pulau Kalimantan 4,95 persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara 5,21 persen, serta Pulau Sulawesi, Maluku, dan Maluku sebesar 6,53 persen.

“Saat ini 96 persen usaha ekonomi kreatif di Indonesia belum memiliki badan usaha, sehingga tidak bisa bersentuhan dengan bank. Pemerintah akan berusaha untuk mewujudkan usaha ekonomi kreatif agar makin bankable dan bisa menjalankan usaha yang lebih besar,” kata Triawan.



Sumber: Investor Daily