BPL Targetkan Revenue Rp 64 Miliar

BPL Targetkan Revenue Rp 64 Miliar
Sentra Timur Commercial Park 8 (STCP 8) yang berada dalam satu kawasan Sentra Timur Superblock, Cakung, Jakarta Timur. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 21 Juli 2018 | 21:27 WIB

Jakarta - PT Bakrie Pangripta Loka (BPL) semakin fokus dalam memasarkan Sentra Timur Commercial Park 8 (STCP 8) yang berada dalam kawasan Sentra Timur Superblock, Cakung, Jakarta Timur (Jaktim).

Direktur BPL, Andre R Makalam, mengatakan, area komersial dan bisnis STCP 8 dibangun di atas lahan seluas 5.259 meter persegi (m2). Proyek ini, merupakan kelanjutan dari STCP 7 yang sudah habis terjual dan diisi oleh berbagai tenant mulai dari kantor BPJS Ketenagakerjaan hingga coffee shop.

"Sentra Timur Commercial Park 1, 2, dan 7 sold out dalam waktu relatif cepat. Ini memberi bukti, respon pasar terhadap produk properti komersial seperti ruko di kawasan Cakung masih sangat baik. Ruko di STCP 8 kami lepas dengan harga Rp 2,8 miliar hingga Rp 5 miliar. Jumlahnya terbatas, hanya ada 16 unit saja," kata Andre, di Jakarta, Sabtu (21/7).

Andre mengatakan, lokasi STCP 8 sangat strategis karena mempunyai akses langsung dengan pintu tol Sentra Timur Pulogebang dan Tol JORR, serta berhadapan dengan Terminal Modern Sentra Timur. Tidak hanya itu, letaknya juga cukup dekat dengan Kawasan Industri Pulogadung (KIP) serta Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

"Dengan posisi yang strategis, membuat kami optimistis STCP 8 bakal menjadi ruang investasi yang menguntungkan. Memasuki semester kedua ini, kami lebih percaya diri terutama jika berkaca pada peluang kawasan yang semakin berkembang," imbuhnya.

Berdasarkan catatan, kata Andre, pada semester kemarin BPL mampu membukukan penjualan satu unit ruko per bulan. Sementara, pergerakan positif baru terlihat di awal Juli, di mana dua unit ruko sukses terjual. Targetnya, dalam sebulan akan ada tiga ruko yang terjual.

"Untuk itu kami selalu melakukan evaluasi pasar, tim sales, dan gimmick penjualan yang bisa menjadi pendorong. Hasilnya, gimmick yang kami berikan yakni gratis biaya akad dan tanpa uang muka sukses menarik minat konsumen. Kami targetkan keseluruhan revenue sebesar Rp 64 miliar dari proyek ini," jelasnya.

Andre menambahkan, STCP 8 sendiri sudah melewati tahap tutup atap pada Februari 2017, dan sudah diserahterimakan kepada pembeli sejak Maret 2018."Untuk ke depannya, kawasan superblok ini akan terus dikembangkan dan dibangun pusat bisnis CBD 1 dan CBD 2 sebagai kawasan terlengkap di Jakarta," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE