Kelemdiklat Polri Tegaskan Jangan Ada Kekerasan di Akpol

Kelemdiklat Polri Tegaskan Jangan Ada Kekerasan di Akpol
Kelemdiklat Polri Komjen Pol Unggung Cahyono saat memberikan amanat pertamanya kepada para calon taruna dan taruni Akpol yang dinyatakan terpilih di Graha Cendekia Akpol, Semarang, Jumat, 22 Juli 2018. ( Foto: Istimewa )
Farouk Arnaz / JAS Jumat, 27 Juli 2018 | 13:43 WIB

Semarang - Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Unggung Cahyono memberikan amanat pertamanya kepada para calon taruna dan taruni yang dinyatakan terpilih di Graha Cendekia Akpol, Semarang, Jumat (27/7).

“Saya tidak senang dengan kekerasan. Hilangkan budaya exessive force. Saya pernah tiga kali datang ke Akpol di luar jam dinas. Pernah jam dua pagi saya ke sini lalu saya kumpulkan taruna tingkat 2 dan saya kasih angket (tertutup) dan mereka diminta nulis siapa yang sering mukul,” kata Unggung.

Hasilnya, mantan Kapolda Kalbar ini melanjutkan, ada tiga provinsi asal pengiriman taruna yang paling kerap melakukan pemukulan. Dua provinsi di Sumatera dan satu di Sulawesi.

“Lalu ada 137 taruna menunjuk satu orang senior yang paling kerap memukul. Saya panggil orang tua yang sering memukul itu. Saya katakan sekali lagi ketahuan memukul, saya akan keluarkan,” tegasnya.

Saat jadi asisten operasi Polri dulu, Unggung melanjutkan, dia punya peta kerawanan se-Indonesia. Namun kini dirinya punya peta siapa taruna yang kerap melakukan kekerasan.

“Sekali lagi, saya tidak senang dengan kekerasan meski saya asalnya dari Brimob,” imbuhnya.

Sementara itu Asisten SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto juga mengingatkan para taruna untuk menghilangkan budaya buruk yang kerap terjadi.

“Hilangkan semua itu termasuk jangan jadi calon perwira cengeng. Jadi perwira Hello Kitty. Juga jaga integritas. Percuma nilainya setinggi langit tapi integritasnya nol,” sambungnya.

Dalam sidang itu dinyatakan 250 orang lulus dan terpilih. Lalu ada tujuh orang taruna tambahan yang dinyatakan lulus dengan status dispensasi. Mereka lulus sebagai langkah afirmasi sebagai putra Papua.



Sumber: BeritaSatu.com