Lukman Sardi Jadikan Teater sebagai Rumah Para Aktor

Lukman Sardi Jadikan Teater sebagai Rumah Para Aktor
Lukman Sardi. ( Foto: BeritaSatu Photo / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 1 November 2018 | 13:12 WIB

Jakarta - Aktor Lukman Sardi (47) mengatakan panggung teater ibarat sebuah rumah bagi para pelaku seni peran. Mengapa? Karena di dalam teater seseorang akan dilatih dan diasah kemampuan dasar dalam mengintegrasikan unsur-unsur dasar berakting, mulai dari penguasaan tubuh, ekspresi, sampai kemampuan berpikirnya secara individu.

"Panggung teater bisa menjadi sekolah atau rumah baru buat aku. Aku bisa mendapatkan pelajaran-pelajaran baru, yang mungkin kalau dihitung sekolah lagi biayanya jauh lebih besar,” ungkap Lukman usai jumpa pers teater “Bunga Penutup Abad”, di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (31/10).

Arti teater sebagai rumah inilah yang membuat Lukman merasa nyaman, bahkan ketagihan. Ia mengaku, semakin dalam menyelami dunia teater, semakin banyak juga manfaat yang ia terima. Salah satunya adalah memiliki energi baru yang bisa ia aplikasikan saat berperan di depan kamera.

"Ini kegelisahan yang sudah lama terpendam. Aku menjadi aktor, merasa tidak memiliki saluran lain selain film untuk mengasah kemampuan berakting. Namun, dengan teater, aku menyadari bisa semakin membuka ruang eksplorasi baru bagi para aktor teater dan film. Kami bisa memberi energi baru untuk perkembangan dunia seni peran di Indonesia,” terang pemenang Sutradara Terbaik, versi Indonesian Box Office Movie Awards (2016) ini.

Ia pun melanjutkan, kini dirinya semakin senang karena menyadari industri teater sedang berada di masa kemajuan, meski tidak bisa disamakan dengan perkembangan pesat industri film. Perkembangan dapat dilihat dari antusiasme para generasi milenial yang tinggi untuk menonton, mengapresiasi, bahkan terlibat dalam pembuatan pertunjukan teater.

"Aku pikir dunia teater itu sangat diminati. Tinggal bagaimana para pelakunya berusaha memberikan karya-karya baru yang berkualitas, sehingga semakin banyak orang yang tersadar untuk turut membantu mengembangkan industri teater, semisal investor yang bisa membantu memberikan dana produksi,” ungkapnya.



Sumber: Suara Pembaruan