Wulan Guritno: Hidup Penuh Harapan

Wulan Guritno: Hidup Penuh Harapan
Wulan Guritno (tengah), Janna Soekasah Joesoef dan Amanda Soekasah ( Foto: BeritaSatu Photo / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / JAS Selasa, 4 Desember 2018 | 21:37 WIB

“Harapan adalah mimpi yang tak pernah tidur.”

Ungkapan dari Aristoteles inilah yang membuat semangat tiga orang sahabat, aktris Wulan Guritno, Janna Soekasah Joesoef, dan Amanda Soekasah untuk menyebarkan mimpi dan harapan. Untuk itu, di mulai dari pembicaraan kecil, mereka bertiga akhirnya mampu membuat sebuah gerakan besar, yang dinamakan #BracletofLove atau Gelang Harapan.

Wulan menjelaskan, sejak empat tahun lalu, Gelang Harapan sudah memberikan mimpi ke ratusan bahkan ribuan orang. Mulai dari gerakan Hope, yang memberikan harapan dan mimpi bagi para pengidap kanker. Kemudian, tahun berikutnya dilanjutkan dengan gerakan Peace, yang berusaha menyebarkan kasih di antara keberagaman dan perbedaan suku, agama, ras di Indonesia.

Kemudian gerakan ke tiga adalah Love, yaitu untuk melestarikan kebudayaan Indonesia kepada anak-anak. Sampai pada akhirnya, gerakan Life mereka bentuk akhir tahun ini. Yaitu, untuk menyebarkan cinta antarsesama dan juga alam semesta. Dalam gerakan terbaru ini, Gelang Harapan memiliki konsern untuk melindungi dan mendukung pelestarian gajah di Sumatera.

“Semua yang kami jalani dari dalam hati, jadi jika ada kesempatan walau dengan waktu tidak banyak pun jalan akan terbuka. Rasanya seperti panggilan jiwa, kita tidak pernah memilih untuk berbuat apa, sepertinya universe yang memberi jalan,” terangnya saat jumpa pers Hope for Life Charity Night for Sumatran Elephant, di Kemang, beberapa waktu lalu.

Ia pun menambahkan, dengan segala gerakan yang mereka bentuk bermaksud untuk membangkitkan solidaritas dan budaya di masyarakat. Untuk itu, sebuah gelang menjadi pengantar mereka untuk melakukan gerakan sosial.

Gelang tersebut terbuat dari limbah kain pelangi jumputan, sisa produksi baju-baju rancangan desainer Ghea Panggabean, ibu dari Janna dan Amanda. Pelangi sendiri berkonotasi sebagai simbol harapan, maka gelang-gelang itu dinamakan Gelang Harapan.

“Kita berbeda dari gerakan relawan lainnya. Gelang harapan membagi inspirasi dengan cara-cara yang fun (menyenangkan). Masyarakat bisa berkontribusi dalam setiap gerakan yang kami telah jalankan, dengan cara membeli produk-produk yang kami buat. Seperti gelang, boneka, atau headwear yang hasil penjualannya 100 persen akan disumbangkan kepada yayasan atau lembaga yang kami percaya,” tambah Amanda.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE