Penyanyi Shakira Dituntut Kasus Penggelapan Pajak Rp 237 M

Penyanyi Shakira Dituntut Kasus Penggelapan Pajak Rp 237 M
Aksi penyanyi asal Colombia, Shakira (tengah) dalam upacara penutupan laga final Piala Dunia 2014 antara Jerman dan Argentina di stadion Maracana, Rio De Janeiro, Brasil, Minggu, 13 Juli 2014 waktu setempat. ( Foto: AFP )
/ WBP Minggu, 16 Desember 2018 | 09:27 WIB

Spanyol- Jaksa Spanyol telah menuntut Shakira dengan tuduhan penggelapan pajak. Penyanyi asal Kolombia itu diduga telah lalai membayar pajak sebesar US$ 16,3 juta atau Rp 237,5 miliar sepanjang tahun 2012 dan 2014.

Dalam tuduhan yang diterbitkan pada Jumat (14/12) waktu setempat tersebut, Shakira disebut tinggal di Bahama sebagai alamat penagihan pajak. Padahal sebenarnya ia tinggal di Barcelona, Spanyol bersama pasangannya pesepakbola asal Barcelona Gerard Pique serta anak-anaknya Sasha dan Milan.

Seorang sumber yang dekat dengan Shakira mengatakan bahwa Shakira percaya dia tidak bersalah. dia menyebut jaksa hanya menggunakan kasus ini sebagai "kampanye kotor" untuk menargetkan artis yang sukses, demikian laporan People, Minggu.

Tim Shakira yakin penyelidikan dan tuduhan itu diinisiasi untuk mengintimidasi pembayar pajak lain dan menggunakan Shakira sebagai kambing hitam. Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Shakira telah membayar semua pajak.

Pada tahun 2015, Shakira secara resmi menjadi penduduk Spanyol. Ini adalah tahun yang sama dengan kelahiran anak keduanya Sasha.

Sampai saat ini, hakim belum memutuskan apakah ada cukup bukti untuk membawa kasus Shakira ke pengadilan.

Investigasi atas pajak Shakira dibuka kembali pada Januari 2018. Berita tuduhan penggelapan pajak ini datang setelah Shakira mengumumkan jika dirinya membuka dua sekolah di Kolombia yakni di Cartega dan Barranquilla lewat yayasan yang dipimpinnya, Pies Descalzos Foundation.



Sumber: Antara