Atiqah Hasiholan Kenalkan Budaya Batak Lewat Film

Atiqah Hasiholan Kenalkan Budaya Batak Lewat Film
Aktris Atiqah Hasiholan. ( Foto: Beritasatu Photo / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / FER Rabu, 9 Januari 2019 | 15:09 WIB

Jakarta - Aktris, model, dan pembawa acara Atiqah Hasiholan (37) belakangan disibukkan dengan projek terbaru, yaitu bermain dalam film bertajuk Pariban Idola dari Tanah Jawa. Film yang tengah memasuki fase pascaproduksi tersebut, Atiqah ditantang untuk menjadi seorang gadis Batak bernama Uli yang didekati oleh paribannya, Moan (Ganindra Bimo) dari Jakarta.

Meski lahir dan besar di Jakarta, tidak membuat putri keempat pasangan Ahmad Fahmy Alhady dan Ratna Sarumpaet ini kesulitan untuk memerankan peran sebagai gadis Batak. Hal itu dikarenakan, dirinya masih memiliki garis keturunan Batak.

"Proses pendalaman peran Uli di film ini cukup mudah, karena memang keturunan Batak. Tapi selain itu ada banyak orang Batak yang ikut terlibat di pembuatan film ini, sehingga membuat proses pendalaman karakter menjadi jauh lebih mudah. Ada ada Grace Blessing Marbun, Mak Gondut, dan Bang Tigor (Sumaisy Djaitov Yanda) yang sangat membantu saya untuk semakin akrab sama budaya Batak," tutur Atiqah dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (9/1).

Pasangan dari aktor Rio Dewanto ini pun menambahkan, pengalaman syuting yang cukup lama di kawasan Samosir, membuat dirinya lebih akrab dan bergaul dengan masyarakat setempat.

"Saya melihat orang-orang yang bikin kerajinan Batak, orang-orang yang ada di pasar dan lapo juga. Beberapa pemeran pendukung juga orang Samosir asli, jadi saya mempelajari karakteristik mereka juga dari situ," ungkap Atiqah.

Produser film Pariban Idola dari Tanah Jawa, Agustinus Sitorus menuturkan harapannya agar film ini bisa menjadi jembatan untuk mengenalkan budaya Batak secara lebih luas melalui film.

Film ini bercerita tentang Moan (Ganindra Bimo) sosok pemuda Batak yang sudah lama tinggal di Jakarta. Meski usianya sudah menginjak 37 tahun, tetapi belum punya pacar. Situasi ini membuat ibunya yang bermukim di Samosir pusing dan harus turun tangan. Lalu memaksa Moan untuk mudik dan menikah dengan sepupunya, Uli.

"Sekarang ada cukup banyak orang Batak yang tidak terlalu familiar dengan budayanya sendiri. Kita ingin mencoba mengenalkan budaya tersebut dan karena itu proses pendalaman karakter juga penting agar para aktor dan aktris yang terlibat bisa menyampaikan budaya Batak dengan tepat. Kita mau cerita tentang apa itu pariban dengan cara yang ringan, lewat pop culture yang kekinian, film komedi Batak,” terangnya.



Sumber: BeritaSatu.com