Legenda Keroncong Mus Mulyadi Tutup Usia

Legenda Keroncong Mus Mulyadi Tutup Usia
Mus Mulyadi maestro keroncong Indonesia tutup usia ( Foto: facebook )
Chairul Fikri / EAS Kamis, 11 April 2019 | 14:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dunia Tanah Air kembali berduka dengan kabar meninggalnya maestro musik keroncong, Mus Mulyadi. Kabar duka diketahui dari salah satu anak Mus Mulyadi, Erick Hariyadi, yang dihubungi sejumlah media, Kamis (11/4/2019).

"Betul bapak meninggal tadi pagi pukul 09.08 WIB, seusai sarapan pagi di Rumah Sakit (RS) Pondok Indah Jakarta. Beliau meninggal akibat penyakit diabetes akut yang sudah menyerang sejak lama," ungkap Erick.

Ditambahkan Erick, ayahnya sejak beberapa hari lalu menjalani perawatan di RS Pondok Indah karena kondisinya yang terus menurun, dan kadar gula naik.

"Sebelum beliau wafat beliau sempat bilang bahwa kondisinya agak enakan lantaran gulanya sudah turun. Setelah itu dia minta makan enak. Tetapi kemudian kondisinya menurun, dan tadi usai sarapan beliau pulang kepangkuan Bapa di surga," tambahnya.

Erick sendiri menyatakan ayahnya akan dimakamkan menunggu kedatangan putranya yang bermukim di Australia.

"Sejauh ini belum ada pembicaraan kapan dan dimana bapak akan dimakamkan. Kami sedang menunggu kakak saya di Australia pulang. Mungkin nanti akan dua hari di rumah duka," tandasnya.

Dalam perjalanan hidupnya, Mus Mulyadi sejak 37 tahun lalu memang mengidap penyakit diabetes yang menyebabkan kehilangan indera pengelihatannya. Bahkan dalam sebuah cerita, saking putus asa menghadapi penyakitnya, Mus Mulyadi sempat berpikiran mengakhiri kehidupannya dengan cara bunuh diri. 

Untungnya dorongan dan bantuan keluarga membuatnya kembali semangat menghadapi penyakitnya dan bertekad sembuh dari penyakitnya. Namun di usia 73 tahun dirinya harus menyerah melawan penyakit yang dideritanya itu.

Sementara dalam ranah musik, Mus Mulyadi dikenal sebagai penyanyi keroncong yang selalu semangat. Pria kelahiran Surabaya, 14 Agustus 1945, sepanjang kariernya konsisten menyanyikan lagu-lagu keroncong. Ia bahkan dinobatkan sebagai "buaya keroncong" oleh para musisi Indonesia.

Beberapa lagunya yang sempat hits adalah Kota Solo, Dinda Bestari, Telomoyo, dan Jembatan Merah.

Selamat Jalan Mus Mulyadi sang maestro keroncong...



Sumber: BeritaSatu.com