Inilah Pesan Butet Kertaradjasa untuk Presiden

Inilah Pesan Butet Kertaradjasa untuk Presiden
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kiri) memberi sambutan didampingi seniman Butet Kertaradjasa (kanan) saat perayaan ulang tahun ke-70 Megawati Soekarnoputri di Teater Jakarta, TIM, Jakarta, 23 Januari 2017. ( Foto: Antara/Rosa Panggabean )
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 25 April 2019 | 13:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Budayawan sekaligus pemain teater, Butet Kertaradjasa (57) memberikan pesan untuk presiden yang akan memimpin Indonesia 2019-2024.

Dirinya menyampaikan, agar seluruh sektor kebudayaan di Indonesia bisa semakin diperhatikan.

Salah satu sumbu pemantiknya adalah Kongres Kebudayaan yang berlangsung pada Desember 2018. Dari sanalah strategi pemajuan kebudayaan berisi kumpulan pokok-pokok pikiran peserta kongres dari daerah telah disahkan oleh Presiden, dan berlaku untuk 20 tahun ke depan

"Saya mempercayai hasil kongres kebudayaan tahun lalu. Hal itu sangat nyata. Terdapat rumusan di bidang kebudayaan, yang akan dijadikan pedoman oleh presiden terpilih sebagai kebijakan untuk menindaklanjuti seluruh sektor kebudayaan,” ungkapnya kepada Beritasatu.com, beberapa waktu lalu.

Dirinya pun memberikan dukungan penuh, apabila pemerintahan selanjutnya bisa berkomitmen untuk menjalani poin-poin penting dalam pengembangan kebudayaan. Salah satunya adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Saya memaknai di sini, mudah-mudahan kebudayaan bukan lagi menjadi ban serep, tetapi menjadi sebuah pedoman. Karena siapa pun presiden yang terpilih nanti harus mewujudkan amanah dalam kongres kebudayaan,” tekannya.

Tidak hanya itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun diketahui telah menyiapkan sejumlah dana untuk mengembangkan dan mendukung pelestarian budaya dalam negeri. Termasuk di dalamnya membantu memfasilitasi kelompok-kelompok seni, serta memberdayakan gedung-gedung di setiap daerah yang tidak produktif diubah menjadi tempat-tempat pengolahan diri di berbagai sektor kesenian.

"Kongres kebudayaan ini bukan sekadar basa-basi, tetapi kongres yang menghasilkan sebuah pedomaan, arahan, dan pijakan para pemimpin yang terpilih nanti. Mudah-mudaha itu juga nyata,” tukas Butet yang juga pentolan Teater Gandrik asal Yogyakarta ini.



Sumber: BeritaSatu.com