Motif Galih Ginanjar Ingin Mempermalukan Mantan Istri

Motif Galih Ginanjar Ingin Mempermalukan Mantan Istri
Fairuz A Rafiq dan Galih Ginanjar ( Foto: twitter )
Bayu Marhaenjati / WBP Senin, 8 Juli 2019 | 21:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aktor Galih Ginanjar mengaku motif penyebutan "bau ikan asin" dalam sebuah vlog, ingin mempermalukan mantan istrinya Fairuz A Rafiq. Hal itu diungkapkan Galih ketika menjalani pemeriksaan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

"Dari keterangan saudara Galih berkaitan dengan apa yang dia sampaikan, intinya dia mengakui seperti itu. Motifnya ingin mempermalukan mantan istrinya. Intinya untuk mempermalukan. Makanya nanti kita akan memeriksa kembali siapakah yang wawancara, siapa yang merekam, siapa yang meng-upload, sedang kita pemeriksaan saksi-saksi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Dikatakan Argo, penyidik sudah menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Namun, penyidik belum menetapkan tersangka.

"Kita sudah memeriksa lima saksi yaitu, saksi pelapor dan saksi yang melihat, mengetahui dan mendengar. Ahli pun sudah kita lakukan pemeriksaan. Kemudian hari Jumat (kemarin), kita memanggil saudara Galih datang ke Polda Metro Jaya. Statusnya masih saksi," ungkap Raden Prabowo Argo Yuwono.

Argo menyampaikan, penyidik juga memanggil terlapor Pablo Benua dan Rey Utami, tapi keduanya meminta penundaan pemeriksaan pada Rabu (10/7/2019) mendatang.

"Dia minta penundaan karena pengacaranya ke luar kota. Dia minta penundaan hari Rabu besok. Kita berharap yang bersangkutan hadir," kata Raden Prabowo Argo Yuwono.

Diketahui sebelumnya, Fairuz meradang dan membuat laporan dengan nomor LP/3914/7/2019/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 1 Juli 2019, lantaran Galih yang merupakan mantan suaminya diduga menyebut dirinya bau ikan asin dalam sebuah wawancara di akun Youtube milik Rey Utami dan Pablo Benua.

Fairuz melaporkan Galih, Rey Utami dan Pablo Benua dengan Pasal 27 ayat (1) Juncto Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 27 ayat (3) Juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Penyidik sudah memeriksa Fairuz dan sejumlah saksi terkait kasus tersebut, Rabu (3/7/2019) kemarin.



Sumber: BeritaSatu.com