Tasya Kamila Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas

Tasya Kamila Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas
Tasya Kamila. ( Foto: Beritasatu Photo / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 12 Agustus 2019 | 15:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah kesibukan dunia hiburan, artis sekaligus mantan penyanyi cilik Tasya Kamila berpendapat pendidikan masih menjadi hal yang prioritas.

Pendidikan, bagi Tasya, tidak sekadar mencari dan mendapatkan ilmu yang melimpah, tetapi juga bisa membentuk pola pikir, dan juga networking yang luas.

"Almarhum ayah saya mengingatkan, bahwa pendidikan adalah sesuatu yang penting. Beliau mengatakan, uang bisa habis, tetapi ilmu tidak bisa habis,” jelasnya saat ditemui Beritasatu.com, di Kongres Diaspora, Sabtu (10/8/2019).

Setelah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2010, Tasya kemudian melanjutkan studinya di Columbia University, New York pada 2016. Ia mengambil jurusan public administration atau analisis kebijakan publik.

Dua tahun kemudian, ia lulus dengan nilai terbaik. Bahkan sebelum lulus, Tasya pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam forum PBB.

"Saya memilih kuliah di luar negeri, tujuannya untuk keluar dari comfort zone. Aku menantang diri sendiri, bisa tidak bertahan hidup di luar negeri, berkembang jadi lebih baik, dan yang pasti get a good education, karena Columbia University jurusan analisis kebijakan publiknya terbaik di seluruh dunia,” terang Tasya Kamila yang menjadi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sebelum memilih kuliah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, menurut Tasya, ada beberapa yang harus diperhatikan calon mahasiswa. Satu di antaranya, calon mahasiswa harus banyak menggali informasi mengenai universitas yang akan dituju. Bahkan budaya belajar dan lingkungan menjadi penting.

"Cari informasi, cari tahu sebanyak-banyaknya, cari tahu budaya belajarnya. Kuliah bukan hanya sebatas diterima di kampus saja,” kata Tasya.

Menutup perbincangan, Tasya pun memberikan semangat kepada anak-anak muda yang merasa ilmu yang dipelajari saat kuliah tidak terpakai saat bekerja.

"Sekarang kita hidup di dunia yang interdisipliner, sangat dinamis. Belum tentu kuliah jurusan A harus jadi A. Kampus saya sendiri juga sangat dinamis, melihat masalah dari berbagai macam perspektif. Jadi, berpikir kreatif itu sangatlah penting di era ini,” tukasnya.



Sumber: Suara Pembaruan