Kepemimpinan Marcella Zalianty di Parfi 56 Dipertanyakan

Kepemimpinan Marcella Zalianty di Parfi 56 Dipertanyakan
Ki Kusuo (Kedua dari kanan) bersama para pendiri Parfi 56. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Senin, 4 November 2019 | 14:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kisruh dalam tubuh Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 yang diketuai Marcella Zalianty  terus memanas. Beberapa pihak yang merasa menjadi pendiri Parfi 56 merasa Marcella mulai melupakan sejarah pendirian Parfi 56 dengan tidak mengadakan acara ulang tahun Parfi yang ketiga.

Pernyataan itu disampaikan oleh artis senior Lela Anggraini, Ki Kusumo, Kamel Marvin dan Syahrully Jangsem mewakili para pendiri Parfi 1956 dalam keterangannnya, Senin (4/11/2019).

"Kami lihat Parfi di bawah Marcella sudah melenceng jauh. Mereka sengaja menghapus sejarah berdirinya Parfi 56, dan tidak pernah mengakui kami sebagai pendiri. Padahal kami yang susah payah melahirkan Parfi 1956. Kami yang mengajak dia, kok bisa lupa," tutur Ki Kusumo.

Ditambahkan Ki Kusumo, pendiri Parfi 1956 terdiri 13 orang, antara lain Ki Kusumo, Debby Cinthya Dewi, Kamel Marvin, Ade Muftin, Dharti Manullang, Adhi Kusuma, Dessy Suyrawati, Drs. Syahrully Jangsem. Dituturkannya, sejarah terbentuknya Parfi 56 lantaran keinginan sejumlah artis film senior untuk memisahkan diri dari Parfi di bawah kepemimpinan Aa Gatot Brajamusti. Mereka mengajak artis muda ke dalam organisasi, termasuk Marcella Zalianti yang kemudian dipilih menjadi Ketua Parfi 56. Namun belakangan Marcella seakan bergerak sendiri tampa berdiskusi dengan para pendirinya.

"Waktu itu kita habis-habisan buat mendirikan organisasi (Parfi 56) ini. Kita kumpul tidak kenal capek. Biaya juga tak terhitung. Jadi perjuangannya luar biasa hingga akhirnya dalam kongres kami memilih Marcella Zalianty yang kami anggap sosok muda yang punya ide dan gagasan yang cemerlang. Namun belakangan, Marcella Zalianti bersama Debby Cinthia Dewi dan beberapa pendiri lain, memiliki rencana sendiri. Anehnya, medalam setiap kegiatan yang diadakan, kita-kita selalu diminta membiayai namun kita gak dilibatkan," kata Ki Kusumo.

"Sekarang kami berkumpul untuk meluruskan sejarah sekaligus minta Marcella datanglah kekami untuk berdiskusi, karena ini adalah organisasi bersama dan jadi tumpuan tak hanya bagi sejulah artis dan aktor saja, tapi juga produser, kru film dan yang lainnya, jangan malah arogan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com