Astrid Satwika: Influencer Harus Bijak

Astrid Satwika: Influencer Harus Bijak
Beauty influencer, Astrid Satwika. ( Foto: Beritasatu Photo / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / FER Kamis, 23 Januari 2020 | 23:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berbicara mengenai sosok panutan, hampir setiap orang tentunya memiliki satu atau lebih orang yang dikagumi. Hal yang sama juga berlaku dalam dunia kecantikan.

Terdapat fakta menarik, dewasa ini beauty influencers merupakan idola kecantikan di era modern yang lebih dipercaya, dibandingkan pakar kecantikan dan selebriti sekalipun di mata Gen Z dan Gen Y.

Melihat fakta yang dirangkum dari ZAP Beauty Indeks 2020 ini, beauty influencer Astrid Satwika pun sepakat, bahwa seorang influencer kini memiliki peran penting untuk mendorong wanita untuk menjadi pribadi yang percaya diri dan cantik luar dalam. Untuk itulah ia terus berusaha untuk menjadi influencer yang bijak.

Salah satu hal bijak yang selalu ia terapkan di akun media sosialnya adalah, memberikan informasi produk kecantikan yang aman dan berkualitas. Hal ini dianggap penting karena tidak sedikit beauty influencer yang kerap mempromosikan produk palsu demi mencari keuntungan semata. Alhasil, banyak warganet yang turut tertipu dan menjadi korban dari produk yang mengandung bahan berbahaya untuk kulit.

"Biasanya untuk menerima tawaran kek gitu aku very picky. Biasanya aku lihat dulu baca baca dulu dan research dulu tentang produknya. Kalo misal aku tertarik dan aku rasa aman, aku terima,” ujar Astrid.

Mantan presenter infotainment itu mengatakan, untuk mempromosikan dan mengulas produk kecantikan, seperti skincare harus melakukan tes atau uji coba terlebih dahulu hingga dua minggu. Sedangkan untuk produk kosmetik ia cukup menilai dengan sekali pakai di awal. Apabila ia cocok, maka ia berani ambil endorsment tersebut.

“Pernah merasa tidak cocok, dan itu brand yang cukup terkenal di mal. Aku bilang ke mereka, kalau pake ini jujur bruntusan dan enggan untuk mengulas. Jadi untuk menjual produk sedangkan aku tidak cocok, aku merasa tidak eligible untuk ngomong ke publik, jadi aku pass,” terangnya.

Ditanya soal respon para pengikut terhadap produk yang diulasnya, ibu dua anak ini mengatakan, pengikutnya di media sosial sangat kritis. Seperti saat ia lupa menyebutkan salah satu komposisi bahan, para warganet dengan cepat mengkoreksi.

“Mereka itu sudah pintar. Jadi, kalau kita hanya sekadar promosi biasa dan bilang produk ini bagus, nanti mereka akan menanyakan esensinya lebih dalam lagi,” tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com